Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Setelah Ganti Menaker dan Mendag, Jokowi Disarankan Akomodir Kader PAN

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 14:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana reshuffle kabinet Indonesia Maju semakin santer bergulir belakangan ini. Dua nama yang dianggap layak dicopot adalah Menteri Perdagangan M. Lutfi dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak kabinetnya dalam waktu dekat maka sudah seharusnya mengakomodir Partai Amanat Nasional (PAN) ke Kabinet Indonesia Maju.

"Konsekuensinya harus ke arah sana, PAN perlu dilibatkan untuk memperkuat sekaligus memperbaiki kondisi," ujar Dedi Kurnia kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (21/2).


Adapun, untuk Menteri yang berpotensi direshuffle yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang belakangan mengeluarkan kebijakan kontroversial  soal Jaminan Hari Tua (JHT) yang baru bisa dicairkan di usia 56 tahun.

"Reshuffle Menaker (Ida Fauziyah) sebenarnya sudah layak sejak lama, karena banyak persoalan yang mengemuka selama ini, terlebih bidang ketenagakerjaan alami kesulitan saat pandemi, pun hingga saat ini," kata Dedi.

Menurut Dedi Kurnia, Presiden Jokowi perlu menempatkan Menaker baru yang mengerti dan mampu mencari solusi tanpa harus mengorbankan kelas pekerja.

Selain itu, ada Menteri lain yang dinilai kontroversial yakni Mendag M Lutfi. Menteri yang diklaim asal PKB itu juga mengeluarkan kebijakan soal ekspor kedelai  ke China untuk memenuhi pasokan makanan babi. Padahal, kebutuhan kedelai di dalam negeri sendiri masih sangat dibutuhkan.

"Sementara Mendag, ini dilematis. Satu sisi catatan di atas kertas yang dimiliki pemerintah, situasi perdagangan dianggap baik, tetapi publik merasakan tekanan. Mendag yang baik di mata pemerintah pusat, nyatanya nuga tidak konsisten dengan yang dirasakan publik," kata Dedi Kurnia.

Atas dasar itu, Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai bahwa Presiden Jokowi sudah seharusnya mereshuffle Menaker dan Mendag. Lalu, mengakomodir PAN.

"PAN sejauh ini miliki kader berkapasitas cukup banyak, bahkan cenderung lebih tepat dalam mengawal ekonomi hingga tenaga kerja, semisal Sutrisno Bachir, Didik J. Rachbini, atau Zulkifli Hasan sendiri," demikian Dedi Kurnia.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya