Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Bikin Gaduh, Sudah Saatnya Jokowi Ganti Mendag dan Menaker

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 13:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana reshuffle kabinet Indonesia Maju semakin santer bergulir belakangan ini. Terutama, pasca munculnya kebijakan kontroversial dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah soal Jaminan Hari Tua (JHT) yang baru bisa dicairkan di usia 56 tahun.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak kabinetnya dalam waktu dekat, maka yang berpotensi direshuffle yakni Menaker Ida Fauziyah.

"Reshuffle Menaker (Ida Fauziyah) sebenarnya sudah layak sejak lama, karena banyak persoalan yang mengemuka selama ini, terlebih bidang ketenagakerjaan alami kesulitan saat pandemi, pun hingga saat ini," kata Dedi Kurnia kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (21/2).


Menurut Dedi Kurnia, Presiden Jokowi perlu menempatkan Menaker baru yang mengerti dan mampu mencari solusi tanpa harus mengorbankan kelas pekerja.

Selain itu, ada Menteri lain yang dinilai kontroversial yakni Mendag M Lutfi.

Menteri yang diklaim asal PKB itu juga mengeluarkan kebijakan soal ekspor kedelai  ke China untuk memenuhi pasokan makanan babi. Padahal, kebutuhan kedelai di dalam negeri sendiri masih sangat dibutuhkan.

"Sementara Mendag, ini dilematis. Satu sisi catatan di atas kertas yang dimiliki pemerintah, situasi perdagangan dianggap baik, tetapi publik merasakan tekanan. Mendag yang baik di mata pemerintah pusat, nyatanya nuga tidak konsisten dengan yang dirasakan publik," kata Dedi Kurnia.

Atas dasar itu, pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai, Presiden Jokowi sudah seharusnya mereshuffle Menaker dan Mendag.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya