Berita

Kedelai impor/Net

Politik

Muslim: Gimana Jokowi dan Mendag Dipercaya Masyarakat, Urus Kedelai Saja Tak Becus

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akan semakin tergerus karena gagal mengurusi kedelai yang harganya kian melonjak.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, harga kedelai yang mahal dengan alasan karena diborong oleh China untuk pakan ternak babi seperti dikatakan Mendag Lutfi, adalah alasan tidak masuk di akal.

Dikatakan Muslim, harusnya pemerintah bisa mengerti bahwa tahu dan tempe yang dibuat dari kedelai, adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat di semua lapisan.


Dengan lonjakan harga kedelai, lanjutnya, bukan saja masyarakat yang sulit mendapatkan tahu atau tempe. Tetapi, juga menjadi beban yang berat bagi pengrajin tahu dan tempe.

"Kedelai yang merupakan bahan dasar tahu tempe dan berbagai jenis makanan lainnya itu sudah jadi kebutuhan masyarakat. Para pengrajin dan pedagang akan terpukul dengan mahalnya harga kedelai ini," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/2).

Apalagi, hari ini hingga tiga hari kedepan, para pengrajin dan penjual tahu dan tempe khususnya di wilayah Jabodetabek serentak mogok produksi dan menjual tahu tempe yang menggunakan bahan dasar kedelai.

"Saya kira ini salah kegagalan Jokowi dan Mendag yang tidak dapat menghadirkan kedelai murah untuk kebutuhan masyarakat. Gimana Jokowi dan Mendag dipercaya masyarakat, urus kedelai saja tak becus," pungkas Muslim.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya