Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil/Repro

Politik

Pertemuan Anies dan Ridwan Kamil di JIS, Pengamat: Contoh Berpolitik Bisa dengan Santai dan Harmoni

SABTU, 19 FEBRUARI 2022 | 21:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kedekatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi perbincangan hangat setelah keduanya bertanding "adu pinalti" di Jakarta International Stadium (JIS), adalah satu contoh baik dalam politik.

Apalagi, kedekatan keduanya sudah terjalin sejak lama. Dulu, Anies pernah berkunjung ke Kuningan, Jawa Barat, Ridwan Kamil pun bertemu dengan orang nomor satu di DKI Jakarta itu.

Demikian disampaikan Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/2).


"Pertemuan Anies dan Ridwan di JIS tidak ada yang luar biasa. Anies mengajak Ridwan ke JIS mungkin hanya minta pendapatnya sebagai arsitek sebelum stadion itu selesai 100 persen," ujar Jamiluddin.

Namun demikian, kata Jamiluddin, pertemuan Anies dan Ridwan Kamil itu bagus dijadikan contoh. Sebagai tokoh yang digadang-gadang menjadi capres, keduanya dapat berhubungan baik. Mereka tidak menunjukkan sebagai kompetitor yang saling menjatuhkan.

"Dua tokoh itu ingin menunjukkan, berpolitik  dapat dilakukan dengan santai dan harmoni," katanya.

Anies dan Ridwan Kamil, lanjutnya, sedang menunjukkan kepada publik bahwa berpolitik itu bisa saling beriringan, tanpa mempertontonkan kekurangan lawan politiknya.

"Gaya Anies dan Ridwan itu ingin menghilangkan kesan politik tidak soal menang kalah. Politik juga bukan jahat yang hanya ingin membantai lawan politiknya," tuturnya.

"Jadi, dua tokoh itu ingin mengajak berkompetisi dalam kebersamaan, bukan untuk saling meniadakan," demikian Jamiluddin.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya