Berita

Intelektual muda NU, Ubaidillah Amin Moch/Net

Politik

Nyatakan PDIP Bukan hanya Partner, Gus Yahya Tegaskan NU akan Seiring dalam Menjaga NKRI

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 18:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Saat menghadiri perayaahn hari lahir ke 96 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar PDIP, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pernyataan mengejutkan.

Pria yang karib disapa Gus Yahya itu mengatakan bahwa NU dan PDIP bukanlah sekadar partnet, melainkan senyawa perjuangan dalam menghadirkan kemaslahatan bangsa dan negara.

Intelektual muda NU, Ubaidillah Amin Moch menilai, Gus Yahya sedang ingin menegaskan bahwa perjuangan NU dan PDIP bisa dilakukan beriringan. Artinya, perjuangan itu dalam konteks menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kata Ubaidillah, PDIP merupakan partai terbesar dan memenangkan kontestasi Pemilu 2019 silam. Meski demikian, ladang dakwah PDIP dan NU jelas berbeda.

"NU dan PDIP itu sejalan beriringan dalam hal menjaga dan merawat NKRI. PDIP berjuang dengan jalur politik kebangsaan, dan NU berjuang dengan Gerakan dakwah Islam nusantara," demikian kata Ubaidillah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/2).

Pengasuh Ponpes Annuriyah, Kaliwining, Jember ini berpandangan, sebagai organisasi kemasyarakatan, NU akan bisa bersinergi dengan siapapun. Termasuk kelompok politik seperti PDIP. NU, ditambahkan Gus Ubaid, akan bersinergi dengan pihak yang memang memiliki visi menjaga dan merawat NKRI.

"Dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pencasila sebagai landasan final ideologi bangsa yang akhirnya mengerucut menjadikan phyramida kekuatan Indonesia," urainya.

Apalagi, kata Ubaid, sejak Indonesia ada bangsa ini sudah majemuk dengan nilai luhur keberagaman dan menjunjung tinggi asas Pancasila.

"Sebagaimana pancasila juga sudah menjadi idiologi perjuangan Nahdiyin," pungkas Ubaidillah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya