Berita

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett/Net

Dunia

PM Israel: Kesepakatan Nuklir Iran Berpotensi Mengganggu Kestabilan Kawasan

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kesepakatan nuklir baru antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran bisa berpotensi mengganggu kestabilan kawasan dan merusak kemampuan menangani program nuklir.

Berbicara dalam pertemuan kabinet mingguan pada Minggu (6/2), Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan kesepakatan nuklir dengan Iran tidak akan meningkatkan stabilitas, dan justru sebaliknya.

“Ancaman terbesar terhadap Israel adalah Iran,” kata Bennett, seperti dikutip The Algemeiner.


"Sebagai pemerintah, kami bertanggung jawab untuk menangani program nuklir Iran dan, tentu saja, kami memantau pembicaraan Wina” antara Iran, Amerika Serikat, dan kekuatan dunia lainnya," tambahnya.

Dalam pernyataannya, Bennett menyoroti Iran yang dinilainya telah meningkatkan agresi di kawasan selama negosiasi beberapa pekan terakhir.

Menyinggung kemungkinan aksi militer Israel terhadap program nuklir Iran, Bennett mengatakan Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak dalam hal apapun, dengan atau tanpa kesepakatan.

Hal itu disampaikan Bennett menjelang diskusi yang akan dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terkait negosiasi tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya