Berita

Militer Rusia/Net

Dunia

Jika Perang Rusia-Ukraina Pecah, 50 Ribu Warga Sipil Bisa Tewas

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rencana invasi Rusia ke Ukraina bisa menewaskan hingga 50 ribu orang semantara jutaan lainnya mengungsi.

Begitu peringatan dari seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) yang dikutip The New York Times pada Minggu (6/2), di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan Rusia dan Ukraina.

Pehabat itu mengatakan, Rusia sedang menyiapkan diri untuk melakukan invasi skala penuh ke Ukraina. Setelah masuk, Rusia akan menggulingkan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky hanya dalam waktu 48 jam dan menggantinya dengan pemerintahan boneka.


Selain bisa merengguh 25 ribu tentara Ukraina dan 10 ribu pasukan Rusia, perang juga bisa memakan sekitar 50 ribu warga sipil. Di samping itu, hingga lima juta pengungsi dari Ukraina akan berhamburan menyelamatkan nyawa, utamanya ke Polandia.

Baru-baru ini, para pejabat AS juga menilai, Rusia sudah memiliki 70 persen dari kekuatannya yang diperlukan untuk menginvasi Ukraina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya