Berita

Rusia mengirim dua pesawat bomber berkemampuan nuklir ke Belarus/Net

Dunia

Makin Panas, Rusia Kirim Dua Bomber Nuklir ke Perbatasan Belarus-Ukraina

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dua bomber berkemampuan nuklir jarak jauh milik Rusia dilaporkan berpatroli di wilayah Belarus, perbatasan Ukraina. Keberadaan dua bomber tersebut menambah ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Ukraina pada Sabtu (5/2) mengatakan, dua bomber Tu-22M3 tengah berlarik dengan angkatan udara Belarus selama misi empat jam. Penerbangan itu termasuk patroli di berbatasan Belarus dan Ukraina.

Dikutip dari The Globe and Mail, patroli tersebut dilakukan setelah Rusia memindahkan pasukannya yang ada di Siberia dan Timur Laut ke Belarus, dengan alasan latihan gabungan.


Pengerahan pasukan Rusia ke Belarus menimbulkan kekhawatiran di Barat bahwa Moskow dapat melancarkan serangan ke Ukraina dari utara. Itu mengingat ibukota Ukraina, Kiev, hanya berjarak 75 kilometer dari perbatasan Belarus.

Kehadiran militer Rusia di Belarus ini menambah penumpukan pasukan di dekat Ukraina, memicu ketakutan terhadap kemungkinan invasi.

Rusia sendiri telah berulang kali membantah rencana akan menyerang Ukraina. Alih-alih, Moskow meminta Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tidak menerima Ukraina ke dalam NATO dan membatalkan pengerahan aliansi itu ke Eropa Timur.

Di sisi lain, Barat telah meminta Rusia untuk menarik kembali sekitar 100.000 tentara dari daerah dekat Ukraina, tetapi Kremlin menyebut pengerahan pasukan merupakan haknya.

Pada Sabtu, surat kabar Jerman, Bild menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa Rusia siap untuk menyerang Ukraina dari beberapa arah, merebut kota-kota besar dan mendirikan pemerintahan boneka.

Meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran perang, pihak berwenang Ukraina meluncurkan serangkaian latihan pertahanan untuk penduduk sipil.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya