Berita

Pembakaran bendera China oleh orang-orang Tibet yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di New Delhi, India/Net

Dunia

Kutuk Pelanggaran HAM Beijing, Orang-orang Tibet Bakar Bendera China

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 22:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh puluhan orang Tibet di depan Kedutaan Besar China di New Delhi, India, diwarnai dengan pembakaran bendera merah lima bintang.

Demonstrasi dilakukan beberapa jam sebelum upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Stadion Nasional Beijing pada Jumat (4/2).

Mereka yang melakukan aksi adalah orang-orang Tibet "buangan". Mereka adalah orang-orang Tibet yang datang ke India pada tahun 1959 untuk melarikan diri dari tindakan keras China.


Dari laporan Sputnik, para demonstran tampak membakar bendera Republik Rakyat China (RRC) sembari meneriakkan slogan-slogan yang mengutuk Beijing.

"Kami mendesak masyarakat internasional untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin di Beijing. Kami ingin orang-orang di seluruh dunia mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Xinjiang dan (Daerah Otonomi) Tibet, serta bagian lain China,” kata Presiden Kongres Pemuda Tibet, Gonpo Dhundup.

Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri India mengumumkan perwakilan resminya tidak akan menghadiri pembukaan dan penutupan Olimpiade Beijing pada 4 dan 20 Februari.

Beberapa negara Barat, termasuk Australia, Kanada, Inggris, dan AS, telah menolak mengirim perwakilan resmi ke Olimpiade Musim Dingin sebagai tanda protes terhadap catatan hak asasi manusia China, termasuk dugaan pelanggaran terhadap Uighur di Provinsi Xinjiang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya