Berita

Presiden AS Joe Biden umumkan rencana ambisius pangkas 50 persen kematian akibat kanker selama 25 tahun/Net

Dunia

Siap Pangkas 50 Persen Kematian Akibat Kanker, Joe Biden Kenalkan "Kabinet Kanker"

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 10:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperkenalkan rencana ambisiusnya untuk memangkas tingkat kematian akibat kanker hingga 50 persen selama 25 tahun ke depan.

Selama upacara di Gedung Putih pada Rabu (2/2), Biden mengumumkan dibentuknya "Kabinet Kanker" agar perjuangan melawan kanker menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Pengumuman tersebut disampaikan Biden bersama istrinya, Jill Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Pengumuman itu juga disampaikan di hadapan sekitar 100 orang, termasuk pasien, dokter, perawat, peneliti, dan anggota Kongres.


"Sekarang saya menjadi presiden, ini adalah prioritas Gedung Putih di bawah kepresidenan saya. Titik," ujarnya, seperti dikutip The New York Times.

Biden kemudian mendorong agar warga Amerika melakukan pemeriksaan, khususnya yang tertunda selama pandemi Covid-19.

Terlepas dari ambisi besar Biden, para ahli kanker mengaku ragu bisa memenuhi target tersebut.

Ahli biostatistik di University of Texas, Donald A. Berry mengatakan, lebih banyak skrining bukanlah jawaban. Satu-satunya kanker yang skriningnya dapat menurunkan angka kematian adalah kanker usus besar dan serviks. Sementara untuk jenis kanker lain sangat dipengaruhi oleh pengobatan.

“Semua orang menyukai deteksi dini, tetapi itu datang dengan bahaya. Kerugiannya kita tahu, tapi manfaat skrining sangat tidak pasti,” ujarnya.

Presiden memiliki minat pribadi yang mendalam dalam penelitian kanker, mengingat pada 2015, putranya Beau, meninggal karena glioblastoma, kanker otak yang agresif.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya