Berita

Komite Korea untuk Solidaritas dengan Rakyat Dunia memberikan dukungan kepada rakyat Korea/Net

Dunia

Komite Solidaritas Dukung Perjuangan Rakyat Korea Dapatkan Perlakuan Adil Dunia

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 08:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebijakan bermusuhan dan ancaman militer Amerika Serikat (AS) sudah mencapai garis berbahaya dan tidak bisa diabaikan lagi.

Setelah relaksasi ketegangan di Semenanjung Korea sejak KTT Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) dan AS, baru-baru ini Washington memberlakukan langkah-langkah sembrono.

Begitu laporan hasil analisis situasi di sekitar Semenanjung Korea dan internasional, terkait tindakan AS selama Rapat Komite Pusat ke-8 yang digelar Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Korea (WPK) pada 19 Januari.


Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal WPK Kim Jong Un itu merumuskan pentingnya bagi Pyongyang untuk membuat persiapan yang lebih matang, menghadapi konfrontasi jangka panjang dari AS.

Kesimpulannya, Pyongyang berusaha meningkatkan kekuatan demi membela martabat, hak berdaulat, dan kepentingan negara.

Menanggapi hal itu, Komite Korea untuk Solidaritas dengan Rakyat Dunia memberikan dukungan kepada rakyat Korea.

"Kami sangat yakin bahwa Anda akan memberikan dukungan dan solidaritas kepada rakyat Korea dalam perjuangan mereka yang adil untuk reunifikasi nasional, perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea, di kawasan dan dunia dan untuk keadilan internasional yang sejati," kata komite tersebut dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Kamis (3/2).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya