Berita

Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov/Net

Dunia

China-Rusia Siapkan Strategi untuk Menangkal Sanksi Ekonomi Barat

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 07:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia dan China akan mempertimbangkan untuk menggunakan mata uang mereka sendiri dan sedang mencari cara untuk bekerja sama melawan sanksi negara-negara Barat.

Hal itu diungkapkan Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov di saluran YouTube Soloviev Live pada Rabu (2/2).

Ia mengatakan bahwa negaranya dan China sedang mempertimbangkan dampak embargo yang diberlakukan oleh negara-negara Barat terhadap hubungan antara kedua negara.
“Fakta bahwa sanksi ini berdampak negatif pada beberapa aspek hubungan kami memang benar,” katanya, menunjuk pada dampak penyelesaian keuangan.

“Fakta bahwa sanksi ini berdampak negatif pada beberapa aspek hubungan kami memang benar,” katanya, menunjuk pada dampak penyelesaian keuangan.

“Jika penalti dikenakan pada salah satu bank kami, cukup sulit bagi penerima produk kami di China untuk membayar kami, meskipun mereka memiliki uang dan keinginan untuk melakukannya," kata Denisov.

"Bukanlah kebetulan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kita telah berbicara lebih banyak tentang penggunaan mata uang nasional yang lebih luas dalam penyelesaian transaksi perdagangan luar negeri," lanjutnya.

Diakui Denisov bahwa Moskow saat ini sedang intens membahas permasalahan tersebut bersama Beijing.

“Jadi langkah-langkah untuk melawan tekanan sanksi yang dapat kita terapkan bersama, tentu saja kita lakukan – dan omong-omong, kita sedang mendiskusikan masalah ini dengan mitra Tiongkok kita,” kata Denisov.

Rusia dan China telah menekankan pentingnya hubungan mereka dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, dan pertahanan dalam menghadapi hubungan yang tegang dengan Barat dalam beberapa bulan terakhir. Namun, sejumlah analis sebelumnya telah menyarankan bahwa hubungan yang berarti antara kedua kekuatan itu terbatas dibandingkan dengan blok-blok seperti NATO.

Pada bulan Desember, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa pemimpin Rusia dan mitranya dari China, Xi Jinping, telah berjanji untuk mengembangkan struktur keuangan bersama untuk memungkinkan kedua negara memperdalam hubungan ekonomi mereka, tanpa campur tangan negara ketiga.

Langkah itu tampaknya merupakan tanggapan terhadap serangkaian peringatan dari Barat bahwa Moskow dapat terputus dari sistem pembayaran internasional SWIFT yang berbasis di Brussel sebagai tindakan hukuman jika pasukan Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga pernah mengatakan bahwa kedua negara “perlu menjauh dari penggunaan sistem pembayaran internasional yang dikendalikan Barat.”

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:07

Jazzscape: Malam Intim Jazz dari Rooftop Jakarta

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:06

KDKMP Kembalikan Hak Rakyat Secara Fair

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:54

Prabowo Sapa Ribuan Massa Aksi Damai Pendukung Ekonomi Kerakyatan di DPR

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:52

Ketika Ibu Bersatu Padu

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:43

Tak Sesuai Keputusan Presiden, DPR Heran Realisasi Bantuan Pangan Ditunda

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:33

TNI Bantah jadi Penyebab Ledakan Depan Gereja di Intan Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26

BPOM Bali Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, 15 Tersangka Ditangkap

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:04

Pembentukan BUMN Ekspor Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:59

Mercy Barends: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat Halmahera Utara

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:55

Selengkapnya