Berita

Israel gusur paksa rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah/Net

Dunia

Mahmoud Salhiya Bersumpah Tak Akan Melupakan Penggusuran Paksa Rumahnya di Sheikh Jarrah oleh Israel

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Peristiwa kelam ketika polisi Israel menggerebek rumahnya, mengusir keluarganya, dan merobohkan rumah mereka tidak akan pernah lepas dari ingatan Mahmoud Salhiya.

Mengawali tahun 2022, Mahmoud telah kehilangan rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

"Kejadiannya subuh. Ada sekitar 70 polisi Israel. Mereka menyerbu rumah saya, menangkap keluarga saya, dan kemudian menghancurkan rumah kami," kata Mahmoud, seperti dikutip Sputnik.


Polisi juga memblokir semua pintu masuk dan keluar ke lingkungan sebelum pembongkaran rumah. Sementara listrik dipadamkan.

Mahmoud terus menekankan bahwa perbuatan tersebut ilegal.

"Ini adalah bagian tak terpisahkan dari kebijakan Israel terhadap orang Arab dan Palestina. Mereka ingin mendorong kita keluar dari sini, dan mereka juga ingin merebut tanah kita dan membangun lebih banyak pemukiman di sini," lanjutnya.

Menurut posisi pemerintah kota Yerusalem, rumah Mahmoud seharusnya dievakuasi pada tahun 2017 dan tanah itu dimaksudkan untuk diubah menjadi area sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Itu juga seharusnya menampung enam taman kanak-kanak.

Namun, konfliknya jauh lebih dalam, sejak berdirinya Israel pada tahun 1948.

Sebelum Israel didirikan, orang-orang Yahudi yang tinggal di Sheikh Jarrah menguasai beberapa tanah lingkungan tetapi tak lama setelah Perang Kemerdekaan 1948, Yordania dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggunakan sebidang tanah itu untuk mendirikan rumah bagi 28 keluarga Arab.

Keluarga-keluarga itu telah tinggal di tanah itu sejak itu, tetapi setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, Israel merebut Yerusalem dan membangun kendali atas kota itu, hukum Israel mengizinkan negara untuk mengklaim wilayah-wilayah itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya