Berita

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov/Net

Dunia

Rusia Ungkap Rencana Kerja Sama Militer di Kuba, Venzuela dan Nikaragua

KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 14:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana Rusia untuk melakukan kerja sama militer dengan Kuba, Venezuela, dan Nikaragua, kembali terungkap.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov pada Rabu (26/1) mengungkapkan bahwa Presiden Rusia telah sepakat dengan para pemimpin dari ketiga negara tersebut untuk mengembangkan kemitraan di berbagai bidang, termasuk meningkatkan kerja sama militer.

Berbicara dalam sebuah penampilan di depan Duma (parlemen Rusia) Lavrov melaporkan bahwa Putin baru-baru ini berbicara dengan para pemimpin dari tiga negara Amerika Tengah tersebut, dan bahwa mereka telah sepakat untuk bekerja sama untuk memperkuat kerja sama strategis.


“Presiden Putin mengadakan percakapan telepon baru-baru ini dengan rekan-rekannya dari tiga pemerintah ini, dengan siapa kami sangat dekat dan bersahabat, dan mereka sepakat untuk mencari cara lebih lanjut untuk memperdalam kemitraan strategis kami di semua bidang, tanpa pengecualian,” kata Lavrov, seperti dikutip dari RT, Kamis (27/1).

Lavrov juga mencatat bahwa Rusia telah memiliki hubungan dekat dengan negara-negara ini di banyak bidang, termasuk militer dan teknis militer.

Ditanya tentang prospek peningkatan kerja sama militer dengan ketiga negara, Lavrov menjawab, “untuk waktu dekat, kami mengandalkan pertemuan rutin komite terkait.”

Awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Moskow Sergey Ryabkov ditanya tentang kemungkinan mengirim pasukan ke Amerika Latin, dan dia menolak untuk mengesampingkan kemungkinan itu.

"Ini adalah gaya Amerika untuk memiliki beberapa pilihan untuk kebijakan luar negeri dan militernya. Itulah landasan pengaruh kuat negara itu di dunia," kata Ryabkov.

“Presiden Rusia telah berbicara beberapa kali tentang tindakan apa yang dapat dilakukan, misalnya melibatkan Angkatan Laut Rusia, jika ada hal-hal yang memprovokasi Rusia, dan semakin meningkatkan tekanan militer terhadap kami oleh AS,” ujarnya.

“Kami tidak menginginkan itu. Para diplomat harus mencapai kesepakatan," lanjut Ryabkov.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan menanggapi, mencatat bahwa aktivitas militer Rusia di Amerika Latin tidak menjadi poin diskusi pada pembicaraan keamanan baru-baru ini, tetapi mengatakan bahwa AS akan bertindak tegas jika itu benar-benar terjadi.

Para pemimpin dari Rusia dan AS baru-baru ini mengadakan negosiasi untuk mencoba meredakan situasi di sekitar Ukraina, di mana Washington menuduh Moskow berencana untuk menyerang.

Kremlin, sementara itu, telah membantah bahwa mereka memiliki niat agresif dan telah meminta jaminan tertulis bahwa NATO, blok militer yang dipimpin AS, tidak akan memperluas ke Ukraina atau Georgia, dua negara yang berbatasan dengan Rusia.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:07

Jazzscape: Malam Intim Jazz dari Rooftop Jakarta

Rabu, 20 Mei 2026 | 22:06

KDKMP Kembalikan Hak Rakyat Secara Fair

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:54

Prabowo Sapa Ribuan Massa Aksi Damai Pendukung Ekonomi Kerakyatan di DPR

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:52

Ketika Ibu Bersatu Padu

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:43

Tak Sesuai Keputusan Presiden, DPR Heran Realisasi Bantuan Pangan Ditunda

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:33

TNI Bantah jadi Penyebab Ledakan Depan Gereja di Intan Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26

BPOM Bali Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, 15 Tersangka Ditangkap

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:04

Pembentukan BUMN Ekspor Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:59

Mercy Barends: Hentikan Kriminalisasi Masyarakat Adat Halmahera Utara

Rabu, 20 Mei 2026 | 20:55

Selengkapnya