Berita

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Net

Politik

Diperhitungkan jadi Calon Kepala Badan Otorita IKN, Ridwan Kamil Ambil Sikap Menunggu

SELASA, 25 JANUARI 2022 | 18:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi satu di antara 4 kandidat yang diproyeksikan menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Munculnya nama Ridwan Kamil itu dikaitkan dengan dengan pernyataan Presiden RI Jokowi yang ingin kepala badan otorita Ibu Kota Negara (IKN) dipimpin oleh seorang arsitek yang memiliki pengalaman menjadi seorang pemimpin daerah.

Merespons hal itu, Gubernur Jabar mengaku tidak ingin membahas hal yang belum jelas. Sebab, dirinya tidak ingin mendahului Pemerintah Pusat.


"Belum sinyal-sinyal. Jadi saya tidak bisa membahas yang belum pasti. Nanti panjang lebar ternyata keliru, kan malu sendiri. Tapi intinya kita tunggu saja," kata pria yang karib disapa Kang Emil di Gedung Sate seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (25/1).

Lebih lanjut, Kang Emil menambahkan, kepala daerah atau pun mantan kepala daerah yang memiliki latar belakang arsitekur tak hanya dirinya seorang.

Selain Kang Emil, terdapat Gubernur Aceh; Nova Iriansyah, Walikota Makassar; Danny Pomanto; Mantan Gubernur Jatim; Tri Rismaharini, lalu dirinya.

"Kalau kepala daerah yang arsitek itu ada empat yang saya tahu. Gubernur Aceh (Nova Iriansyah); Mantan Gubernur Jatim, Tri Rismaharini; Pak Danny (Walikota Makassar), dan ke empatnya saya," lanjutnya.

Kendati begitu, Kang Emil meminta seluruh pihak turut mendoakan kelancaran pembangunan IKN baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Siapa pun yang terbaik dan negara butuhkan dalam membangun Ibu Kota baru, saya kira harus kita doakan yang terbaik," tuturnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Wandy Tuturoong mengatakan, memang idealnya adalah seseorang yang memiliki latar belakang membangun sebuah kota. Itu akan menjadi poin tambahan untuk menjadi Kepala otorita IKN baru.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Din Syamsuddin Nilai Serangan AS-Israel Bisa Porak-porandakan Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:14

Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Picu Konflik Berkepanjangan

Minggu, 01 Maret 2026 | 12:02

Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Minyak Global Terancam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:59

UI Tegaskan Demonstran yang Maki Polisi Bukan Mahasiswanya

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:41

AS-Israel Sama Sekali Tak Peka Dunia Islam

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:33

KPK Pastikan Anggota Komisi V DPR Terseret Kasus DJKA

Minggu, 01 Maret 2026 | 11:23

Harga BBM Pertamina 1 Maret 2026: Non-Subsidi Naik Serentak, Pertalite Stabil

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:40

Serangan Trump ke Iran Retakkan Integritas Demokrasi Amerika

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:17

Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:07

Kritik PDIP soal MBG Bisa Dipahami sebagai Peran Penyeimbang

Minggu, 01 Maret 2026 | 10:04

Selengkapnya