Berita

Sekelompok orang yang tergabung dalam Barisan Kebangkitan Nasional (Barkin), Paguyuban Seniman Jabar, dan Paguron Pencak Silat Jabar menggeruduk Gedung Sate, Bandung pada Selasa (25/1)/Net

Politik

Gelar Aksi di Gedung Sate, Sekelompok Warga Sunda Desak PDIP Pecat Arteria Dahlan

SELASA, 25 JANUARI 2022 | 15:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekelompok orang yang tergabung dalam Barisan Kebangkitan Nasional (Barkin), Paguyuban Seniman Jabar, dan Paguron Pencak Silat Jabar menggeruduk Gedung Sate, Bandung pada Selasa (25/1).

Mereka datang untuk memprotes pernyataan anggota DPR RI, Arteria Dahlan yang menyinggung warga sunda. Sebab dalam ucapannya kepada seorang kajati, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa menggunakan bahasa sunda dalam pertemuan resmi adalah bahasa yang menakutkan.

Korlap aksi, Dicky Achmad menilai bahwa pernyataan Arteria itu merupakan sebuah penistaan terhadap budaya keseharian yang seharusnya dijaga.


“Arteria Dahlan berucap tanpa rasa berdosa, karena disampaikan pada saat rapat resmi. Kemudian pada hari itu sudah ada tuntutan dia minta maaf, tetapi dia masih berkilah,” tegasnya kepada wartawan.

Arteria Dahlan, sambung Dicky Achmad, baru minta maaf setelah ada desakan dari masyarakat sunda dari seluruh wilayah dan termasuk dari partainya. Sehingga terkesan permintaan maaf yang disampaikan tidak ikhlas.

“Sebagai kearifan Sunda kita maafkan. Namun kita berharap kepada pihak kepolisian agar segera mengusut laporan-laporan baik di Polda Jabar maupun di Polrestabes Bandung. Agar ini menjadi pelajaran bagi semuanyadan sebagai efek jera,” tegasnya.

Lebih lanjut, kelompok ini juga meminta PDIP untuk segera memecat Arteria Dahlan. Dengan begitu, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tidak terkena imbas dari amarah warga pada Arteria Dahlan.

“Dalam ungkapan sunda ada, “lamun kaciwit kulit, kabawa daging”. Artinya jika tuntutan agar Arteria dipecat di PDI Perjuangan tidak diindahkan, maka partai tersebut akan dibawa-bawa. Dibawa sampai kapanpun jika Arteria masih dipertahankan,” tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya