Berita

Kerangkeng besi yang diduga untuk perbudakan di belakang kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin/Ist

Hukum

Komnas HAM Turunkan Tim Cek Dugaan Perbudakan Bupati Langkat

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 19:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komnas HAM segera menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya dugaan perbudakan terhadap puluhan manusia yang dikerangkeng di belakang kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Hal itu ditegaskan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta Senin petang (24/1).

"Komnas HAM segera kirim tim untuk melakukan penyelidikan ke sana," tegas Taufan.


Taufan menambahkan, aparat kepolisian setempat diharapkan segera melakukan evakuasi dan menyelamatkan puluhan korban yang diduga dikerangkeng itu. Ia juga berharap polisi transparan dalam melakukan penyelidikan kasus kekerasan ini.

"Itu sudah menjadi kewajiban polisi. Mereka kami harapkan juga terbuka terhadap penyelidikan kami," demikian Taufan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah menetapkan Terbit sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap fee proyek infrastruktur di Langkat.

Buntut dari kasus dugaan suap itu, Terbit diduga melakukan perbudakan modern setelah ditemukan penjara manusia di kediamannya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Temuan bermula dari penggeledahan rumah Terbit oleh pihak kepolisian dan KPK beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Penanggung Jawab Migrant Care, Anis Hidayah, mengungkapkan bahwa para tahanan di penjara milik Terbit dipekerjakan di lahan sawit selama 10 jam di lahan sawit, sejak pukul 08.00 hingga 18.00.

Tak hanya itu, para tahanan juga disiksa, tak diberi makan, bahkan tak menerima gaji.

"Para pekerja tersebut dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya selama 10 jam, dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore," ujar Anis, Senin (24/1).

Teranyar, foto-foto puluhan korban perbudakan di kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin beredar di kalangan wartawan. Tampak sel-sel penjara yang tidak layak dan manusia dengan badan ringkih dan berkepala pelontos dengan muka lebam dalam foto yang beredar itu.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya