Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Aher Prasetiyani/Net

Politik

Beda dengan Varian Delta, PKS Minta Pemerintah Jelaskan Pola Penanganan Omicron

RABU, 19 JANUARI 2022 | 22:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah diminta menjelaskan cara penanganan varian baru Covid-19 Omicron. Saat Indonesia dilanda varian Delta, pemerintah dengan lugasnya memberikan teknis pencegahan.

Namun demikian, pemerintah merespons varian Omicron tampak belum adanya regulasi yang cukup ketat.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Aher Prasetiyani menyarankan pada pemerintah agar tidak menyamakan penanganan varian delta dengan omicron tersebut.


"Oleh karena itu jangan dipukul rata dalam penanganannya. Jadikan penanganan delta beberapa waktu lalu sebagai pertimbangan dan evaluasi untuk penanganan varian Omicron saat ini,” ucap Netty, Rabu malam (19/1).

Netty juga meminta pemerintah memastikan protokol kesehatan (Prokes) karantina berjalan efektif. Tujuannya, untuk mengendalikan transmisi  Covid-19, khususnya Omicron yang sedang melonjak di luar negeri.

“Jangan ada lagi orang yang lolos atau keluar dari karantina padahal statusnya terinfeksi,” imbuhnya.

Terakhir Netty meminta pemerintah menjelaskan kepada publik alasan di balik adanya karantina yang berjumlah 5, 7 dan 10 hari.

Dengan penjelasan pemerintah, maka masyarakat tidak akan bertanya-tanya dan curiga terhadap pola penanganan pemerintah.

“Jelaskan secara saintifik agar publik paham dan punya trust terhadap kebijakan karantina yang diambil,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya