Berita

Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kamrussamad/RMOL

Politik

Sejarahnya Kuat, Gerindra Ingin Pemerintah Pikirkan Nasib Jakarta Setelah Ibukota Dipindahkan

RABU, 19 JANUARI 2022 | 14:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi XI dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kamrussamad mengatakan pemerintah harus memikirkan DKI Jakarta sebagai daerah khusus ekonomi, bisnis dan keuangan.

Alasannya, Jakarta memiliki nilai sejarah setelah UU pemindahan ibukota negara ditetapkan.

Kamrussamad menjelaskan Jakarta merupakan sejarah terbentuknya republik ini. Sebab, Proklamator republik ini dilakukan di Jakarta.


"Serta 7 Presiden kita dilantik dan disumpah di atas Tanah Jakarta,” ujar Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/1).

Legislator dari Fraksi Gerindra ini menyampaikan, selama ini DKI Jakarta sudah memiliki infrastruktur ekonomi dan keuangan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 10,96 juta penduduk Jakarta yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Sejak lampau, diungkapkan Kamrussamad, sudah ada penduduk asli yang tinggal, mulai zaman Sunda kelapa, Batavia hingga Djayakarta serta kaum urban.

"Mereka (warga) mengkhawatirkan jika ibukota negara dipindahkan, apakah bandara, stasiun, terminal mereka masih akan ramai di kunjungi oleh wisatan, serta apakah bus-bus masih terisi dengan penumpang,” katanya.

Setelah Daerah Khusus Ibukota dicabut, maka Jakarta akan kembali merujuk kepada Undang Undang Pemerintah Daerah. Kamrussamad menegaskan bahwa pemerintah perlu memikirkan secara khusus untuk Jakarta.

Ia berharap, pemerintah benar-benar sungguh memikirkan Jakarta paska ibukota dipindah.

“Kami mohon agar hal ini menjadi catatan penting untuk kehidupan peradaban bangsa Indonesia ke depan,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya