Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Bantu 3.000 Guru Honorer, Kelompok Milenial: Erick Thohir Tahu Cara Sejahterakan Rakyat Sesuai Profesi

SELASA, 18 JANUARI 2022 | 21:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kelompok milenial menyambut baik inisiatif penyerahan bantuan yang dimotori oleh Menteri BUMN Erick Tohir kepada 3.638 guru honorer di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur.

Koordinator Penggerak Milenial (PMI), M. Adhiya Muzakki mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk apresisasi Erick Thohir terhadap peran para guru dalam menyukseskan pendidikan di Indonesia.

“Bantuan kepada guru honorer itu merupakan wujud kepedulian bapak Menteri BUMN terhadap peran, sumbangsih, dan dedikasi yang telah diberikan oleh para guru dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, terutama dalam bidang pendidikan,” ujar Adhiya dalam keterangannya, Selasa (18/1).


Adhiya menjamin, bantuan itu adalah murni program BUMN yang diperuntukkan bagi rakyat dan akan digelar tidak hanya sekali alias akan berkelanjutan.

“Program bantuan BUMN kepada rakyat seperti ini akan berkelanjutan, jadi tidak cukup sampai di sini saja. Semua elemen guru honorer, ditargetkan untuk mendapatkan bantuan, jadi programnya berkala,” katanya.

Meski demikian, Adhiya menekankan, bahwa BUMN juga masih memiliki batas kemampuan untuk harus memberikan bantuan dalam jangka waktu yang cepat.

“BUMN sendiri memiliki keterbatasan kemampuan, karenanya program ini tidak bisa dilaksanakan secara cepat. Saya pikir perlu waktu untuk itu,” tuturnya.

Adhiya yakin, apa yang dilakukan Erick Thohir merupakan sebuah pengabdian untuk negeri dan perlu dicontoh tokoh-tokoh lainnya.

"Pak Erick tahu bagaimana cara menyejahterakan rakyat Indonesia sesuai profesinya," tandasnya.

Bantuan kepada guru honorer oleh Erick Thohir yang diserahkan di Universitas Negeri Malang merupakan bantuan berupa tabungan dari BNI senilai Rp 5 juta, dengan alokasi anggaran senilai Rp 18,19 miliar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya