Berita

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat di Kantor DPW Nasdem DKI Jakarta/Ist

Politik

Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual, Nasdem: Perjalanan Masih Panjang

SELASA, 18 JANUARI 2022 | 16:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Angka kekerasan seksual setiap tahunnya terus meningkat. Dari catatan Komnas Perempuan sejak tahun 2008 hingga 2019, kenaikan angka kekerasan seksual naik 800 persen.
 
Bahkan di tahun 2020 dan 2021, angkanya terus naik dan belum ada tanda-tanda penurunan.
 
Oleh karena itu, Partai Nasdem menilai RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) penting untuk diundangkan.
 

 
Nasdem bahkan membuka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di setiap kantor DPW di seluruh Indonesia bekerja sama dengan Badan Advokasi Hukum (BAHU), Garda Wanita Malahayati, dan Rumah Aman.
 
“Masyarakat dapat langsung datang ke Kantor DPW Nasdem di masing-masing provinsi untuk mendapatkan layanan pendampingan hukum, konsultasi, hingga recovery mental jangka pendek,” kata Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Nasdem, Amelia Anggraini di Kantor DPW Nasdem DKI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/1).
 
Pihaknya berharap, posko tersebut bisa bermanfaat serta menjadi jawaban atas berbagai macam problem dampak dari masifnya kekekerasan seksual.
 
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menambahkan, RUU TPKS telah disepakati sebagai RUU inisiatif DPR RI hari ini. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.
 
“RUU belum disahkan, perjalanan kita masih panjang di mana selama 12 tahun pembahasan belum menemui titik temu,” kata Lestari yang juga anggota Majelis Tinggi Nasdem.
 
Di sisi lain, persoalan bangsa tidak hanya soal kekerasan dan kejahatan, melainkan lebih dari itu.
 
“Kita tidak hanya bicara dari sudut korban, tapi pelaku juga. Keduanya harus mendapat perlindungan dan keadilan. Ketika kita bicara TPKS, kita bicara sebagai anak bangsa. Kita lepas warna jaket kita, golongan kita, karena siapa pun kita adalah anak bangsa,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya