Berita

Ketua Umum PB MDHW KH Musthofa Aqil Siroj bersama pengurusnya silaturahim ke kediaman Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya Pekalongan/RMOL

Politik

Bahas Dakwah dan Kebangsaan, MDHW Silaturahim ke Habib Luthfi Bin Yahya

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 22:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Indonesia tengah berusaha keluar dari berbagai himpitan akibat hantaman pandemi virus corona baru (Covid-19) yang terjadi sejak 2 tahun lalu. Saat ini seluruh elemen bangsa berusaha keras mencari jalan keluar, termasuk Pengurus Besar Majlis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW).

Dalam rangka mencari jalan keluar itu, PB MDHW bersilaturahim ke kediaman Habib Luthfi Bin Yahya di markas Kanzus Sholawat, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (15/1).

Ketua Umum PB MDHW Musthofa Aqil Siroj menjelaskan, pihaknya sengaja datang ke kediaman Habib Lutfi untuk membahas upaya penguatan program dakwah dan kebangsaan. Sebab, saat ini semua sektor baik kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan telah lama terdampak hantaman pandemi Covid-19.


Kata Kiai Musthofa, organisasinya yang bergerak dalam bidang dakwah kebangsaan merasa terpanggil untuk mengambil peran memberikan jalan keluar.

"Dimana MDHW merasa wajib berpartisipasi dan turut andil memberikan solusi dan jalan keluar melalui program-program yang relevan," demikian kata Kiai Musthofa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (17/1).

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat ini menjelaskan, selama ini program MDHW berupaya turut membangun kehidupan berbangsa melalui dakwah yang berorientasi kebangsaan, mengukuhkan spirit kesatuan dan persatuan bangsa.

Saat ini, dijelaskan Kiai Musthofa, masih banyak persoalan yang muncul, misalnya kasus bernuansa SARA dan intoleransi. Ia berpendapat, berbagai masalah kebangsaan itu menjadi pekerjaan rumah (PR).

Dalam pandangan Kiai Musthofa, seluruh elemen bangsa harus mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang damai dan saling menghargai.

Upaya mewujudkan kondisi itu, kata Kiai Musthofa adalah menjadikan Indonesia menjadi negara yang baik.

Ia juga menyinggung, pentingnya ekspresi mensyukuri segala nikmat tuhan untuk bangsa ini dengan perilaku berbangsa yang baik. Dengan demikian, akan tercapai bangsa yang sarat ampunan Tuhan dan terbebas dari segala bencana serta malapetaka.

"Bagi MDHW, sebagai bangsa beragama, kekuatan dzikir dan doa merupakan bagian mencari solusi yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu MDHW mencanangkan doa dan dzikir kebangsaan yang akan bersinergi dengan berbagai pihak," jelas Kiai Musthofa.

Dalam silaturahim itu, Maulana Habib Luthfi Bin Yahya menyambut baik dan mendukung program dakwah dan kebangsaan yang dilakukan MDHW.

Penasehat PB MDHW itu memberi apresiasi terhadap kegiatan dan program MDHW. Sebab, MDHW turut berkontribusi menjaga kehidupan berbangsa yang damai dan harmonis.

Habib Luthfi Bin Yahya merupakan ulama kharismatik yang selama ini dikenal dengan konsistensinya memperjuangkan nilai-nilai keberagamaan yang tawassuth (moderat), tawazzun (keseimbangan) dan tasammuh (toleransi) di tengah-tengah masyarakat.

Selama ini, Ulama yang juga anggota Wantimpres ini aktif menyampaikan dakwah Islam yang bernuansa perdamaian dan mencegah pemahaman keagamaan yang intoleran. Bukan hanya itu, Habib Lutfi sangat concern dalam merespons tindakan siapapun kelompok yang mengancam keharmonisan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Habib Luthfi Bin Yahya berharap, kehadiran MDHW semakin memperteguh dan memperkuat tali ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam agama), ukhuwah basyariyah (kemanusaiaan), dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan) di Indonesia.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya