Berita

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio/Net

Politik

Komisi VII Cecar Kepala Eijkman Soal Setengah Hati Pemerintah Kembangkan Vaksin Merah Putih

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 22:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi VII DPR RI Ribka Tjiptaning mencecar Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio ihwal perkembangan vaksin merah putih yang mandek di tengah jalan lantaran adanya peleburan Eijkman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hal itu disampaikan Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja bersama Eijkman dengan Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (17/1).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini meminta Prof Amin Soebandrio untuk tidak takut menyampaikan perasaannya terhadap pemerintah yang tidak sepenuh hati mendukung pembuatan vaksin merah putih.


"Saya hanya satu saja mau tanya Prof nggak usah takut nggak usah apa, kita ini kan mengundang Prof sejelas-jelasnya jadi perasaan Prof sendiri pemerintah ini mendukung nggak sih sama merah putih,” tanyanya.

Ribka mengaku bisa merasakan perasaan Prof. Amin Soebandrio ihwal pembuatan vaksin merah putih yang mengalami banyak kendala di lapangan. Terlebih, nantinya akan ada vaksin BUMN yang menyalip vaksin merah putih di tengah jalan untuk dapat dikembangkan di Indonesia.

“Saya aja bisa merasakan saya bisa merasakan kok tiba-tiba ada BUMN aneh ya namanya vaksin BUMN tapi tadi bukan dipertegas tahun ketika BUMN dijadikan ada Dirut Biofarma di situ ada Erick Thohir jadi ini kan aneh,” imbuhnya.

Dia mengatakan untuk obat paracetamol saja, Indonesia masih impor dari negara lain, padahal Jokowi meminta agar seluruhnya menggunakan produk Indonesia dalam menghadapi Covid-19.

“Tadi ketua bilang Paracetamol aja kita masih impor Pak Jokowi kan bilang kita harus nasionalisme kita Junjung tinggi semua produk dalam negeri tapi ada tapi kalau vaksin kayak klewah klewoh Ya kalau dalam negeri ini vaksin nasionalismenya di mana masalah vaksin atau sudah ada yang main kontrak pada saat periode Jokowi selesai,” katanya.

Pihaknya mengaku bingung dengan adanya vaksin BUMN, vaksin merah putih telah medapatkan dukungan pada tahun 2020, namun dihambat oleh adanya kebijakan pemerintah yang justru cenderung pada vaksin impor.

“Jadi bingung saya nah ini perasaan Prof sendiri kayaknya nih aku nggak total pemerintah dukung aku nggak usah takut (bilang begitu)," tandas Ribka.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya