Berita

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman/Net

Politik

Gandung Pardiman: Jangan Karena Ketidakjelasan BRIN, Ilmuan Indonesia Diaspora ke Negara Lain

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 20:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman yang dilebur dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) masih menjadi polemik. Pasalnya, tidak sedikit yang kuawatir para ilmuwan hebat yang lahir dari Eijkman akan diambil negara lain.

Hal itu dirasakan juga oleh anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman yang mempertanyakan posisi para ilmuwan di Indonesia dengan negara lain.

“Apakah benar juga ada negara lain seperti yang kebijakan yang dilakukan BRIN sekarang? Apakah skema seperti di instruksi pemerintah harus pegawai negeri? Seperti BRIN saat ini lakukan,” ujar Gandung dalam rapat kerja bersama Komisi VII dengan Kepala BRIN dan Prof Amin Soebandrio, Senin (17/1).


Gandung mempertanyakan posisi dan jabatan para ilmuwan di Indonesia yang saat ini tengah menjadi sorotan setelah terungkap fakta mereka hanya berstatus sebagai tenaga honorer.

"Apakah peneliti yang bukan pegawai negeri tadi kiprahnya melebihi peneliti yang pegawai negeri? Mohon ini diberikan penjelasan. Sebab, saya juga ungkapan Pak Kepala BRIN itu membawa saya termenung terus, apa benar Eijkman itu mengangkat tanpa payung hukum?" cecarnya.

Legislator Partai Golkar ini mengaku benar-benar kuatir, dengan tidak jelasnya status para ilmuwan dan juga dileburnya Eijkman ke BRIN akan membuat para ilmuwan pindah haluan dan dicaplok negara lain.

"Dan kita menghindari, sehingga (ilmuan Indonesia) lari dan diaspora ke negara lain,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya