Berita

Pentolan aktivis Malari, Hariman Siregar

Politik

Hariman Siregar: Makin ke Sini yang Berkuasa Mulai Menekan Seperti Jaman Pak Harto

SABTU, 15 JANUARI 2022 | 19:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasca orde baru tumbang pada 1998, kondisi demokrasi semakin berganti hari semakin mengkhawatirkan. Tabiat penguasa untuk berkuasa dan menunjukkan arogansinya mulai ditampakkan dengan nyata.

Begitu disampaikan pentolan aktivis Malari, Hariman Siregar saat memberikan sambutan pada acara Peringatan 48 Tahun Peristiwa Malapetaka Lima Belas Februari (Malari), Sabtu (15/1).  

"Makin hari makin ke sini kita sudah berapa kali acara sampai puncaknya itu waktu zaman SBY kita cabut mandatnya. Saking jengkelnya begini kok akhirnya demokrasi itu paling sampai dua periode setelah itu mulai kembali penyakit lama kita, yang berkuasa itu mulai ia berkuasa gitu mulailah tekan-tekan (rakyat)," ujar Hariman.


Atas dasar itu, Hariman menyesalkan cara-cara penguasa dalam menekan rakyatnya sendiri. Bahkan, kata dia, sebenarnya Indonesia dewasa ini sudah dibajak oleh kekuatan modal yang makin hari makin kuat.

"Sehingga tadinya pemilik modal yang masih di belakang-belakang nyogok, sekarang udah duduk di pemerintah. Ini yang paling nggak saya sangka ini yang menurut saya sangat signifikan," sesalnya.

"Jadi mereka mereka yang duduk di pemerintahan itu bukan lagi sebenarnya mikir bagaimana sejahterakan rakyat, membuat rakyatnya itu jadi bebas dari ketakutan, bebas dari kelaparan kemiskinan, apalah semua ini atas nama rakyat, mereka itu justru tikung menikung untuk keuntungan mereka gitu. Jadi begini ini waktu zaman Pak Harto itu," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional antara lain Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli, aktivis senior Bursah Zanubi, sejumlah purnawirawan TNI dan aktivis senior seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, mahasiswa serta peserta yang lainnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya