Berita

Ratusan warga Lebanon berunjuk rasa menolak kebijakan wajib vaksin/Net

Dunia

Dianggap Diktator, Ratusan Warga Lebanon Ogah Disuntik Vaksin Covid-19

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 22:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi Covid-19 masih belum menemukan kata akhir. Sejumlah negara pun menyiapkan strategi mereka masing-masing agar bisa menekan potensi penularan virus corona. Salah satu kebijakan yang banyak diambil adalah dengan mewajibkan suntikan vaksin Covid-19 bagi warganya.

Negara yang juga ikut menggunakan kebijakan semacam itu sebagai bagian dari strategi menghadapi pandemi Covid-19 adalah Lebanon.

Namun langkah tersebut mendapatkan pertentangan dari sekelompok warga Lebanon itu sendiri. Mereka yang menolak kebijakan itu pun turun ke jalanan di ibukota Beirut pada Jumat (14/1).


Ratusan orang berkumpul di Lapangan Martir di Beirut untuk menyuarakan penolakan mereka atas keputusan pemerintah yang mengharuskan pekerja sektor publik untuk divaksinasi atau sering melakukan tes PCR dengan biaya sendiri untuk pergi bekerja. Mereka menyebut kebijakan itu sebagai “kediktatoran vaksin”.

“Orang dapat menyuntikkan diri mereka dengan bahan kimia apa pun yang mereka inginkan sampai akhir zaman, tetapi saya tidak mau,” kata salah seorang pengunjuk rasa bernama Evelyne berusia 35 tahun.

Komentar senada juga dilontarkan oleh pengunjuk rasa lainnya. Roland Adwan, wakil presiden sindikat serikat pekerja yang mengorganisir protes, mengatakan kebijakan itu melanggar kebebasan pribadi yang diabadikan dalam konstitusi Lebanon dan hukum internasional.

“Mereka ingin memaksakan vaksin, tapi vaksin yang mana? Ada dosis pertama, lalu dosis kedua, sekarang dosis ketiga, dan apa selanjutnya? Dosis kelima?” katanya dalam pidato yang memanas.

Kebijakan wajib vaksin itu sendiri diambil oleh pemerintah Lebanon setelah negara itu mengalami peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan sejak akhir tahun lalu.

Pada saat yang bersamaan, merujuk pada terbaru Kementerian Kesehatan Lebanon yang dimuat Al Jazeera pada Kamis (13/1), hanya ada sekita 37 persen populasi di Lebanon yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua.

Salah satu permasalahannya adalah karena banyak di antara mereka yang menolak untuk disuntik vaksin Covid-19.

Menanggapi protes itu, Menteri Kesehatan Lebanon Firas Abiad menilai bahwa jumlah mereka yang protes soal kebijakan itu tidak sebanyak mereka yang antusias.

“Saya pikir jumlah (protes) mereka rendah, (dan) tidak dapat dibandingkan dengan 30.000 orang yang datang ke pusat vaksin pada hari yang sama,” kata Abiad kepada Al Jazeera.

Abiad mengatakan dia yakin beberapa pengunjuk rasa menolak kebijakan wajib vaksin salah informasi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya