Berita

Miliarder India, Mukesh Ambani mengumumkan bahwa perusahaannya, Reliance Industries akan mengalokasikan 6 triliun rupee untuk proyek-proyek pembangkit listrik terbarukan di negara bagian Gujarat/Net

Dunia

Orang Terkaya di India Kucurkan Lebih dari 80 Miliar Dolar AS untuk Energi Hijau

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu lingkungan, iklim dan energi hijau merupakan salah satu tantangan utama yang tengah dihadapi bersama oleh dunia. Karena itu, perlu kesadaran dan tindakan nyata dari beragam pihak, baik politisi, pengusaha hingga masyarakat.

Salah satu aksi nyata dilakukan oleh miliarder India, Mukesh Ambani. Orang terkaya di negeri Bollywood itu mengumumkan bahwa perusahaannya, Reliance Industries akan mengalokasikan 6 triliun rupee atau setara dengan sekitar 80,6 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangkit listrik terbarukan di negara bagian Gujarat, India barat, di mana ia berharap dapat membantu menghasilkan satu juta pekerjaan baru.

Sebagian besar uang itu, atau sekitar 67,7 miliar dolar AS, akan digunakan untuk pembangkit listrik baru dan sistem hidrogen.


Pihak perusahaan dalam pengajuan bursa menjelaskan bahwa mereka berencana untuk melakukan investasi besar-besaran selama periode 10 hingga 15 tahun, dan telah mulai mencari lahan untuk situs berkapasitas 100 gigawatt.

Perusahaan juga berencana untuk membuat pusat manufaktur baru yang akan didedikasikan untuk produksi panel surya, teknologi sel bahan bakar dan sumber energi terbarukan lainnya.

Reliance mengatakan inisiatif baru ini berasal dari "visi" Perdana Menteri India Narendra Modi.

Diperkirakan, rencana ini akan menciptakan satu juta pekerjaan perusahaan mencakup peluang baru langsung dan tidak langsung di negara bagian asal Modi itu.

Dikabarkan CNN, energi terbarukan memang menjadi salah satu isu hangat di India belakangan ini. Tahun lalu, instalasi baru dari proyek-proyek semacam itu diproyeksikan berlipat ganda di seluruh negeri, dibandingkan dengan yang terjadi pada periode 2015 hingga 2020.

Tren datang pada saat yang kritis. Sampai akhir tahun lalu, batu bara masih menyumbang hampir 70 persen dari pembangkit listrik negara. Hal itu menempatkan negara terpadat kedua di dunia di tempat yang rentan baru-baru ini karena menghadapi risiko krisis batu bara Oktober lalu, dengan stok komoditas di sebagian besar pembangkit listrik India turun ke tingkat yang sangat rendah.

Reliance adalah salah satu perusahaan India yang paling berharga dan dikenal. Konglomerat pembangkit tenaga listrik yang mencakup petrokimia, telekomunikasi, dan ritel itu telah lama berusaha mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya