Berita

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)/RMOL

Politik

Ini Jajaran Elite PPP yang Masuk Kepengurusan PBNU Periode 2022-2027

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 05:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Formasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf sepertinya memang tidak lagi merepresentasikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Salah satu indikasinya, banyaknya elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masuk dalam jajaran kepengurusan yang diumumkan Rabu kemarin (12/1).

Hasil penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, di jajaran Syuriah PBNU ada nama KH Afifudin Muhadjir yang mendapat amanah sebagai Wakil Rais Aam mendampingi Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Kiai Afifudin sendiri saat ini menjadi Wakil Ketua Majelis Syariah PPP.

Nama lainnya adalah Ketua Majelis Syariah PPP yang juga adik Said Aqil Siroj, Musthofa Aqil Siroj. Ia didaulat menjadi Rois Syuriah PBNU. Nama lain adalah Wakil Ketua Majelis Syariah PPP KH Haris Shodaqoh juga menjadi bagian dari Rais Syuriah.


Di jajajaran A'wan Syuriah ada beberapa nama elite PPP, diantaranya: Putra Mbah Moen KH Abdullah Ubab Maimoen, Nyai Hj. Machfudoh Aly Ubaid, Habib Achmad Edrus Alhabsy, dan Endin Aj Soefihara.

Untuk di jajaran Tandfidziyah, Sekretaris Majelis Syariah PPP, Choirul Saleh Rasyid mendapat amanah menjadi salah satu Ketua PBNU.

Saat dikonfirmasi, Choirul Saleh Rasyid mengatakan, masuknya jajaran pengurus teras PPP ke dalam kepengurusan PBNU harus diapresiasi. Sebab, akar kelahiran PPP adalah berasal dari rahim NU.

Pria yang juga Sekretaris Majelis Syariah ini mengatakan, dengan masuknya pengurus PBNU dari berbagai golongan akan mempermudah NU dalam menjawab berbagai tangan bangsa yang makin kompleks.

Ia yakin dengan model kepemimpinan Gus Yahya yang mengakomodir banyak perwakilan kelompok, akan membuat NU memberikan kontribusi pemikiran, gagasan dan tindakan nyata dalam membangun negara.

"Pikiran dan tindakan nyata terkait dengan gerakan Islam Indonesia. Apalagi mahfum bagi masyarakat bahwa tantangan zaman ini sangat banyak dan jauh lebih berat," pungkas pria yang karib disapa CSR ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya