Berita

PBB baru-baru ini curiga bahwa ribuan senjata yang disita di Laut Arab kemungkinan berasal dari satu pelabuhan di Iran/Net

Dunia

PBB Curiga Iran Selundupkan Senjata ke Yaman

MINGGU, 09 JANUARI 2022 | 17:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB baru-baru ini menemukan bahwa ribuan senjata yang disita di Laut Arab kemungkinan berasal dari satu pelabuhan di Iran. Hal itu diungkap oleh kabar The Wall Street Journal, mengutip laporan rahasia oleh panel ahli Dewan Keamanan PBB tentang Yaman pada Sabtu (8/1).

Yaman telah dilanda perang sejak 2014, mengadu pemberontak Houthi yang didukung Iran melawan pemerintah yang diakui secara internasional dan pasukan militer yang dipimpin Arab Saudi.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa bukti-bukti menunjukkan bahwa kapal dan transportasi darat digunakan untuk menyelundupkan senjata buatan Rusia, China dan Iran ke Yaman.


Senjata yang dimaksud antara lain adalah peluncur roket, senapan mesin dan senapan sniper. Senjata-senjata ini disita oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.

“Campuran senjata menunjukkan pola pasokan yang sama, kemungkinan dari stok pemerintah, yang melibatkan dhow (perahu) di Laut Arab, yang mengangkut senjata ke Yaman dan Somalia,” kata laporan itu.

PBB sendiri telah memberlakukan embargo senjata terhadap Houthi di Yaman pada tahun 2015.

Sementara itu, Amerika Serikat serta sekutu Arab Saudi yang memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman, telah lama menuduh Iran memasok senjata kepada Houthi. Tuduhan itu dibantah oleh Iran.

Sementara itu, mengenai kabar penyitaan senjata ini, Iran tidak segera menanggapi. Sedangkan pihak Houthi menyebut tuduhan penyelundupan senjata Iran itu adalah "ilusi". 


“Pelabuhan dan bandara ditutup, jadi bagaimana dugaan senjata ini bisa sampai ke kita?” kata Wakil Kepala Kementerian Informasi Houthi Nasr al-Din Amir, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Sementara itu, merujuk pada laporan PBB, kapal yang digunakan untuk mengangkut senjata itu sendiri berangkat dari pelabuhan Jask di Iran tenggara. Data PBB diperoleh berdasarkan wawancara dengan awak kapal dan data dari instrumen navigasi di atas kapal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya