Berita

Pengamat Politik Ujang Komarudin/RMOL

Politik

Mobil Listrik Jerman Berlabuh ke Singapura, Pengamat: Ada yang Koar-koar demi China

MINGGU, 09 JANUARI 2022 | 14:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Batalnya Indonesia Battery Corporation (IBC) mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman disinyalir terjadi karena ada kelompok lain yang lebih menginginkan Indonesia tetap mesra dengan China.

Apalagi, belum lama ini Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan Indonesia lebih baik bekerja sama dengan pabrikan China, Wuling atau Hyundai dari Korea Selatan, dibandingkan dengan Jerman.

"Begitulah perilaku politik elite kira. Jika ada yang bagus diganggu. Repot memang di negeri yang banyak korupsinya ini. Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan,” ucap pengamat politik Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/1).


Menurut Ujang, Jerman merupakan salah satu negara dengan bidang otomotif terbaik. Ia pun menyayangkan batalnya akuisisi mobil listrik Jerman oleh Indonesia, malah sekarang sudah dibeli BUMN Singapura.

Oleh karenanya, Ujang mengendus batalnya akuisisi tersebut karena ada kekuatan lain yang menginginkan China tetap dekat dengan Indonesia.

"Mungkin juga karena ada yang backup China, akhirnya dengan Jerman jadi ambyar. Mungkin juga ada yang koar-koar agar proyek itu pindah ke yang lain,” tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya