Berita

Angkatan bersenjata Irak menandai ulang tahun ke-101/Net

Dunia

Rayakan HUT Ke-101, Militer Irak Siap Lawan ISIS Tanpa AS

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 15:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Angkatan bersenjata Irak menandai ulang tahun ke-101 pada hari Kamis (6/1). HUT kali ini dirakayan dengan nuansa berbeda, karena militer Irak telah memulai babak baru dalam sejarah penuh gejolak setelah Amerika Serikat secara resmi menyelesaikan misi tempurnya di negara itu pada 31 Desember 2021.

Sejak saat itu, militer Irak menghadapi tugas berat untuk melindungi negara yang dilanda konflik di tengah berbagai tantangan, termasuk dari ancaman kelompok bersenjata.

Jika menengok ke belakang, sejak awal didirikan pada tahun 1921 angkatan bersenjata Irak telah mengalami serangkaian kesulitan dan konflik berdarah dalam beberapa dekade terakhir, seperti Perang Iran-Irak tahun 1980-1988, invasi Kuwait pada tahun 1990 dan Perang Teluk pada tahun berikutnya.


Selain itu, mereka juga pernah mengalami pembubaran di 2003 setelah invasi pimpinan Amerika Serikat. Tantangan terbaru, adalah perang melawan kelompok militan ISIS.

Angkatan bersenjata Irak memiliki ikatan yang kuat dengan militer Amerika Serikat, yang pada dasarnya bertanggung jawab untuk membangun tentara Irak baru setelah invasi 2003.

Kemudian, setelah menarik pasukannya pada 2010, Amerika Serikat mengerahkan kembali beberapa pasukan militer ke Irak pada 2014, menyusul permintaan pemerintah Irak untuk membantu mengalahkan ISIS.

Setelah lebih dari empat tahun, Amerika Serikat kemudian menarik semua pasukan tempurnya dan beralih ke posisi penasehat. Tercatat pada tahun lalu ada sekitar 2.500 tentara Amerika Serikat dan 1.000 tentara koalisi lainnya yang berbasis di Irak. 


Namun sejumlah pengamat menilai bahwa terlepas dari implikasinya, penarikan pasukan tempur Amerika Serikat mungkin tidak akan membawa perubahan drastis dalam status keamanan Irak saat ini.

“Pada kenyataannya, penarikan Amerika sebagian besar bersifat simbolis, karena misi Amerika umumnya telah dialihkan ke peran penasehat dan pelatihan, dan misi pasukan yang tersisa tidak mungkin berubah,” kata seorang profesor di Sam Houston State University yang mempelajari politik Irak Zeinab Shuker, kepada kata Al Jazeera.

Meski begitu, sejumlah tantangan siap "menyambut" angkatan bersenjata Irak, salah satunya adalah ancaman dari kelompok bersenjata seperti ISIS.

Di Irak, ISIS masih mengendalikan sejumlah wilayah seperti Kirkuk dan Diyala serta mempertahankan kontrol efektif perbatasan dengan Suriah dan Turki.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, ISIS telah melancarkan beberapa serangan terhadap warga sipil, polisi federal, dan pasukan Peshmerga di Irak utara. Sebagian besar seangan terjadi di daerah pedesaan pada malam hari.

Meski begitu di sisi lain, Baghdad dan sebagian besar wilayah Irak lainnya cenderung damai, meski terkadang ada beberapa demonstrasi untuk memperingati kematian mantan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan mantan kepala paramiliter Abu Mahdi al-Muhandis yang dibunuh oleh Amerika Serikat dua tahun lalu.

Menurut analis, situasi ini terjadi terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi dan kesiapan pertempuran dalam beberapa tahun terakhir dari angkatan bersenjata Irak, termasuk paramiliter sekutu negara.

“Pasukan Keamanan Irak (ISF) telah menunjukkan kemajuan yang cukup besar di tengah perubahan dalam misi CJTF-OIR (Satuan Tugas Gabungan-Operasi Penyelesaian Inheren misi) dan transisi angkatan bersenjata Amerika Serikat ke peran non-tempur di Irak,” kata Caroline Rose, seorang analis di News Institute, sebuah think-tank yang berbasis di Washington. 


Mengutip laporan triwulanan inspektur jenderal utama kepada Kongres Amerika Serikat, Rose mengatakan ISF telah meningkatkan kekuatan tempurnya terutama sehubungan dengan operasi kontra-ISIS.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya