Berita

Foto cuplikan Ferdinand saat klarifikasi soal cuitan Allahmu lemah/Repro

Politik

Gilbert Lumoindong: Cuitan Ferdinand Hutahean Bukan Suara Umat Kristiani

RABU, 05 JANUARI 2022 | 19:39 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespons cuitan Ferdinand Hutahean yang bernada penistaan agama direspons oleh Pendeta Gilber Lumoindong,

Rohaniawan Gilbert Lumoindong menegaskan bahwa cuitan bekas politisi Partai Demokrat itu tidak mewakili umat kristiani.

Pendeta Gilbert menyatakan, ia mewakili umat kristiani meminta maaf kepada seluruh elemen masyarakat yang merasa tersinggung dengan cuitan Ferdinand.


Sebagai satu umat, Gilbert tidak ingin ada kegaduhan yang dipicu oleh kata-kata yang bernada menghina agama lain.

“Mudah-mudahan yang merasa tersakiti dengan cuitan rekan saya Abang Ferdinand, kiranya saya meminta maaf, tak perlu diperpanjang lagi. Karena itu yang pasti bukan suara dari umat Kristiani,” kata Gilbert, Rabu (5/1).

Gilbert menjelaskan sebenarnya pernyataan Ferdinand soal Allahku luar biasa, Allah Maha Kuasa merupakan kalimat yang wajar. Menjadi masalah, kata Gilbert jika kalimat tentang Allah itu dibandingkan dengan agama lain, apalagi di media sosial.

Kalimat Allah tuhan yang luar biasa biasanya disampaikan di Gereja. Dan keyakinan akan kebesaran tuhan diyakini oleh seluruh kelompok beragama.

“Karena di Al-Kitab kami ada tulisan, orang benar akan hidup oleh iman. Itulah iman kami. Saya pikir iman dari setiap agama juga percaya bahwa Allah luar biasa, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Segalanya,” jelas dia.

Jika membandingkan tuhannya dengan agama lain, Pendeta Gilber menyatakan bahwa hal itu akan menjadi muara konflik.

Ferdinand sendiri sudah menghapus cuitannya. Ia juga menjelaskan bahwa apa yang ia utarakan bukanlah bertujuan untuk membandingkan dengan agama tertentu.

Ferdinand mengklaim apa yang ia utarakan di Twitternya adalah ekspresi dari dialog imajinernya karena sedang menghadapi beban hidup yang berat.

Sementara itu, pada Rabu siang (5/1), Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengambil langkah cepat dengan cara melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Haris berargumen apa yang dicuitkan oleh Ferdinand berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya