Berita

Direktur DEEP Neni Nur Hayati/Net

Politik

Soroti Seleksi Anggota Bawaslu-KPU, DEEP Sayangkan Dugaan Intimidasi Timsel terhadap Salah Satu Calon

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 18:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Proses seleksi wawancara terhadap para calon anggota Bawaslu dan KPU terus berlangsung sejak Minggu (26/12) hingga Kamis (30/12).

Di tengah proses seleksi wawancara yang digelar secara hybrid itu, muncul sorotan tentang dugaan intimidasi terhadap salah satu calon penyelenggara Pemilu.

Dugaan intimidasi itu diungkapkan oleh Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nur Hayati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selas (28/12).


Neni menjelaskan, sejak Minggu dia memantau proses seleksi wawancara terhadap para calon anggota Bawaslu dan KPU.

Secara khusus ia mengapresiasi sikap keterbukaan tim seleksi yang melakukan proses wawancara secara live streaming. Meski demikian, ia menyayangkan muncul tindakan salah satu Timsel yang mengarah pada intimidasi terhadap calon penyelenggara.

"Sangat menyayangkan terdapat anggota Timsel yang seolah melakukan intimidasi dan ketidakadilan (injustice) terhadap salah satu calon penyelenggara," demikian kata Neni.

Dalam pandangan Neni, seharusnya ketika tidak sepakat dengan gagasan dan visi seorang calon, Timsel cukup memberikan catatan sebagai dasar untuk memberi penilaian kepada calon.

Ia mengaku tidak sepakat, jika Timsel mengungkapkan kata-kata dengan bernada keras. Apalagi, Neni mencatat ada beberapa kata yang ia nilai keras, yaitu: materi tidak nendang, cukup dikerjakan oleh eselon 4 tidak perlu jadi Anggota Bawaslu.

"Itu masuk dalam violence communication. Cukup menjadi penilaian saja tidak perlu membentak-bentak dengan nada bicara yang keras," tandas Neni mengingatkan Timsel Bawaslu-KPU.

Pantauan redaksi, sampai saat ini tim seleksi masih melakukan proses wawancara terhadap calon penyelenggara Pemilu KPU secara live. Masing-masing calon yang terdiri dari 20 calon anggota Bawaslu dan 28 calon KPU berhadapan dengan 11 Timsel.

Masing-masing Timsel yang terdiri 11 orang bertanya kepada masing-masing calon. Wawancara dilakukan untuk menggali visi misi, gagasan dan pandangan setiap calon terkait dinamika perkembangan Pemilu di Indonesia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya