Berita

Ketua KPI Tito Roesbandi saat deklarasi dukung Rizal Ramli Presiden 2024/Net

Politik

Inilah 10 Alasan KPI Dukung Rizal Ramli Jadi Presiden 2024

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 16:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dukungan dari Komite Peduli Indonesia (KPI) kepada ekonom senior DR. Rizal Ramli sebagai presiden 2024 bukan tanpa alasan.

Selain, Ketua KPI Tito Roesbandi mengurai bahwa Indonesia butuh pemimpin nasional yang tidak mempunyai konflik kepentingan, sehingga bisa mengatasi masalah berat tersebut dan mampu melakukan lompatan cepat hingga beban utang Indonesia bisa terselesaikan.

“Republik Indonesia bisa berdaulat duduk sama tinggi sebagai negara maju yang disegani oleh dunia karena rakyatnya sejahtera,” tegasnya saat deklarasi di Resto Liwet Asep Stobery Jalan, Linggaswastu 11 Bandung, Jawa Barat, Senin (27/12).


Setidaknya, kata Tito Roesbandi ada 7 alasan pihaknya menyatakan dukungan tersebut.

Pertama, karena Rizal Ramli yang sudah yatim piatu sejak umur 7 tahun mampu menjadi tokoh nasional dengan jabatan strategis di pemerintahan di era Presiden Gusdur dengan segudang prestasi.

Bahkan di era Jokowi juga sempat menjadi Menko Kemaritiman. Tapi karena keberpihakannya  yang tinggi kepada rakyat, Rizal Ramli tidak disenangi oleh pihak olikargi, sehingga diberhentikan.

“Sampai hari ini, beliau mampu menjaga integritas dirinya secara baik dan amanah,” sambungnya,

Kedua, Tito Roesbandi mengurai bahwa sejak sesama mahasiswa dan aktivis pergerakan, dirinya sudah mengikuti sepak terjang Rizal Ramli. Pandangan kritis, serta keberpihakan Menko Perekonomian era Gus Dur kepada rakyat memperjuangan begitu nyata.

“Salah satunya perjuangan pendidikan bagi 8 juta anak yang tidak bersekolah melalui Gerakan Anti Kebodohan, sehingga menjadi cikal bakal wajib belajar,” lanjutnya.

Ketiga, Rizal Ramli secara ikhlas mengorbankan jabatan dari zona nyaman ketika berkuasa, diberhentikan dari jabatan Menko Maritim.

Itu semua karena sebagai pejabat, Rizal Ramli secara keras tetap mengeritik Garuda Indonesia yang akan merugi dan bangkrut jika dibebani dengan pesawat besar. RR, sambungnya, juga sempat keras mengingatkan bahwa PLN akan merugi dengan di beban proyek listrik 35.000 MW.

RR semakin tidak disenangi kelompok oligarki karena tegas menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta.

“Sekarang terbukti Garuda Indonesia diambang kebangkrutan dengan utang Rp 140 triliun, serta PLN terjebak utang 451 triliun. Dari fakta tersebut membuktikan Dr. Rizal Ramli sangat paham masalah dan visioner,” lanjutnya.

Keempat, KPI yang didominasi aktivis Pergerakan 77-78  sejak puluhan tahun mengetahui dan paham karakter dan sifat serta kinerja  Rizal Ramli cerdas, berpengalaman, dan punya kemampuan dengan track record bersih. RR tidak mempunyai konflik kepentingan dan sangat peka terhadap nasib rakyat kecil dan keras jika melihat ketidakadilan.

Kelima, RR mempunyai konsep dan solusi untuk mengelola Sumber Daya Alam yang menjadi kekayaan Indonesia. Salah satu contoh sangat gigih memperjuangkan Sumber Gas Alam Masela di darat. Sehingga bisa sepenuhnya diolah dengan berbagai turunan produknya menciptakan tenaga kerja

Keenam, walaupun bukan orang partai, namun pergaulan RR sangat luas dengan semua petinggi partai. RR, masih lanjut Tito Roesbandi, berkeinginan mengubah demokrasi kriminal menjadi demokrasi amanah melalui pembiayaan partai politik, serta memperjuangkan sejak awal agar treshold nol persen.

“Supaya rekruting pemimpin tidak ditentukan para cukong,” lanjutnya.

Adapun alasan ketujuh adalah RR paham tentang ketahanan nasional, baik dari serangan ekonomi global maupun invansi militer dari utara melalui Laut China Selatan, sehingga di masa jabatannya sebagai Menko Maritim, dia mengubah nama menjadi Laut Natuna Utara pada peta dunia ke PBB dan diterima.

“Walaupun sampai sekarang RRC mempermaslahkan nama tersebut,” kata Tito Roesbandi.

Kedelapan, RR sangat tidak menyukai adanya Islamphobia. Sementara alasan kesembilan adalah RR memiliki kedekatan terhadap nasib rakyat kecil.

“Terakhir atau kesepuluh, Rizal Ramli pergaulannya sangat luas dengan para pemimpin dunia pernah menjadi Tim Ahli PBB bersama pemegang Nobel lainnya,” tutup Tito Roesbandi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya