Berita

Proses seleksi wawancara calon anggota Bawaslu RI, Minggu (26/12)/Repro

Politik

Timsel KPU-Bawaslu Diingatkan, Keterwakilan Perempuan Bukan Sekadar Angka Belaka

MINGGU, 26 DESEMBER 2021 | 17:44 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tahapan seleksi calon komisioner KPU dan Bawaslu sudah memasuki tahapan wawancara. Proses wawancara dilakukan secara hybrid, yakni sistem luring dan daring.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati mengatakan, proses seleksi penyelanggara Pemilu saat ini adalah ujian profesionalisme bagi tim seleksi.

Neni memandang, Timsel diuji apakah nantinya berhasil memilih komisioner yang bekerja berbasis integritas, imparsial dan pengetahuan kepemiluan atau lebih karena faktor politis.


Ia mengingatkan Timsel, jangan sampai proses wawancara calon hanya sebatas formalitas semata. Menurutnya, Timsel harus benar-benar mampu mengelaborasi visi misi dan gagasan para calon.

"Jangan sampai wawancara ini hanya sekedar seremonial belaka karena nama nama yang lolos sudah ditentukan," demikian kata Neni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/12).

Neni juga mengingatkan bahwa Timsel tidak boleh memilih perempuan hanya berbasis argumentasi keterwakilan. Kata dia, Timsel harus memilih berbasis kualitas dan pemikiran yang sarat dengan terobosan.

"Lalu juga jangan lupa soal keterwakilan perempuan yang bukan hanya sekedar pemenuhan angka belaka tapi juga yang berintegritas berkualitas," pungkas Neni.

Sejak Minggu (26/12) Timsel melakukan proses wawancara kepada calon penyelenggara Bawaslu dan KPU. Saat ini ada 48 orang yang terdiri dari calon KPU sebanyak 28 orang dan 20 orang calon Bawaslu sedang menjalani tahapan seleksi.

Setelah tahapan seleksi wawancara nantinya akan dimampatkan menjadi 14 calon KPU dan 10 calon Bawaslu.

Timsel kemudian menyerahkan 24 nama itu kepada Presiden Jokowi untuk kemudian menjalani tahapan selanjutnya di Komisi II DPR RI.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya