Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Peta Kekuatan Pilpres 2024: PKB Bisa Bentuk Poros Baru tapi Masih Jauh Peluangnya dengan AHY, Anies, dan Ganjar

SABTU, 25 DESEMBER 2021 | 18:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peta politik menjelang Pemilu 2024 mulai diterka-terka sejak kini oleh sejumlah pihak dengan mengacu desas-desus dan gelagat para politisi.

Misalnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, yang menganalisa isu terkait beberapa poros koalisi yang kemungkinan terbentuk menuju Pilpres 2024 mendatang.

Misalnya, adalah poros PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra yang digadang-gadang bakal mengusung Ketua DPP PDIP yang tengah menjabat sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani, dengan Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.


Namun selain itu, Dedi juga menduga adanya potensi poros Golkar terbentuk dengan bermitra bersama beberapa partai untuk mengusung Ketua Umumnya yang kini tengah mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Namun secara khusus, Dedi menyoroti ide PKB yang ingin membentuk poros baru bersama partai Islam seperti PAN dan PPP.  Menurutnya, ide ini bisa menjadi poros ketiga untuk laga Pilpres 2024. Di mana kabarnya Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, bakal maju sebagai capres.

"Maka masih ada satu peluang di poros ketiga yang bisa dibangun PKB. Dengan kondisi itu silakan saja PKB menawarkan Muhaimin sebagai nominasi Capres," ujar Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu sore (25/12).

Meski punya peluang, Dedi belum yakin sosok Ketum PKB yang kerap disapa Cak Imin itu mampu melesat dengan mudah melawan sejumlah tokoh politik lainnya, karena dia melihat hasil sejumlah lembaga survei terhadap elektabilitas Cak Imin.

"Tentu tidak mudah karena ketertinggalan elektabilitas personalnya," kata  

Tapi yang lebih menantang, Dedi menmprediksi akan ada poros keempat yang bakal menjadi ritangan PKB. Yaitu poros Partai Demokrat dengan capres yang akan disuguhkan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memiliki elektabilitas tinggi. Sehingga, poros baru PKB dkk itu masih serba kemungkinan.

"Parpol lain di kelas yang sama, ada AHY yang jauh lebih menonjol. Jika skema poros ketiga terbentuk, tetap saja peluang Muhaimin jauh lebih kecil," katanya.

Namun menurutnya, poros baru akan lebih menarik dan punya potensi besar ketimbang poros PKB jika diwarnai oleh pertarungan tokoh di luar parpol.

"Semisal Anies Baswedan atau Ganjar, jika terlempar dari kontestasi internal PDIP," demikian Dedi Kurnia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya