Berita

Logo Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama/Net

Politik

Gus Firjaun: Jangan Ada Kepentingan Politik dalam Muktamar ke-34 NU

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 14:02 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski sempat diwarnai dinamika yang cukup panas, perhelatan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan berjalan lancar dan tidak ditunggangi kepentingan politik. Sehingga terpilih pemimpin NU yang sesuai keinginan para muktamirin.

Ini merupakan harapan KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, menyikapi gelaran Muktamar ke-34 NU yang akan berlangsung pada 22-23 Desember 2021 ini.

Kiai yang biasa disapa Gus Firjaun ini juga mengkritisi sistem pemilihan dalam menentukan Rais Am dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang berlaku dalam Muktamar.


"Muktamar NU yang ke-34 di Lampung adalah momentum penting untuk mengembalikan kejayaan NU dan marwah NU, terutama soal pemilihan ketua," ucap Gus Firjaun, yang juga wakil Bupati Jember ini .

Putra Ra'is Aam PBNU 1984-1991, KH Ahmad Shiddiq menjelaskan, dulu pemilihan Ketua PBNU dilakukan oleh Syuriah melalui Ahwa (ahlul Halli Wal Aqdi), sehingga kepentingan kelompok dan pribadi bisa lebih dieleminir.

Namun, seiring berjalannya waktu, metode Ahwa pemilihan ketua dilakukan langsung oleh Muktamirin. Dengan ini metode potensi persaingan dan perebutan kekuasaan akan semakin ketat.

"Ini artinya, pertama, akan terbuka potensi terjadinya persaingan. Kedua, terbuka potensi persaingan kekuasaan, bisa juga terjadinya penggiringan dan bisa mungkin terjadinya money politic. Ada deal-deal, yang mempengaruhi perjalanan NU Ke depan," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim. Selasa (21/12).

"Untuk itu yang terpenting bagaimana pemilihan ketua tidak menyalahi regulasi, yang ada ditubuh jam'iyah Nahdlatul Ulama," harapnya.

Dengan demikian, akan lahir kepemimpinan NU yang betul-betul diharapkan oleh muktamirin secara naluri, bukan karena hitung-hitungan transaksional. Selain itu  akan mampu membawa NU ke depan betul-betul bernuansa Diniyah, bukan bernuansa politik.

Di dalam NU sendiri, lanjutnya, tidak melarang warganya untuk berpolitik praktis, namun harus bisa membedakan kepentingan pribadi dengan kepentingan Nahdhatul Ulama itu sendiri.

Selanjutnya, kriteria calon ketua PBNU harus tetap mempertimbangkan yang telah dicontohkan tersebut, dengan tetap berlandaskan aturan dan kultur yang biasa di jalankan oleh NU.

"Makanya kriteria untuk menentukan calon itu penting untuk dikedepankan. Misalnya Syuriah itu harus punya pondok pesantren, ketua setidaknya pernah belajar di pondok pesantren, sehingga mengetahui bagaimana budaya dari NU," terangnya.

Terakhir, Gus Firjaun berharap Nahdlatul Ulama tidak diporakporandakan oleh kepentingan dari luar melalui acara Muktamar tersebut.

"Kami berharap Muktamar NU ke 34 menjadi ajang yang saling menguatkan potensi NU," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya