Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir/Net

Politik

Bandara Soetta Dipadati Antrean Warga yang Akan Karantina, Politikus PPP: Bisa Picu Klaster Omicron

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Adanya penumpukan penumpang yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari luar negeri untuk menjalani karantina dinilai sebagai efek dari buruknya manajemen karantina.

"Pemerintah terlalu lambat melakukan antisipasi dan penanganan manajemen karantina kesehatan bagi pejalan asal luar negeri, sehingga terjadi penumpukan dan kerumunan orang saat menunggu proses karantina kesehatan hingga berjam-jam lamanya, bahkan sampai lewat hari," kata anggota Komisi IX DPR RI, Anas Thahir, kepada wartawan, Senin (20/12).

"Keadaan ini malah bisa memicu munculnya klaster baru penyebaran covid Omicron yang justru sedang kita cegah bersama-sama. Apalagi kondisi stamina para penumpang sedang berada di puncak kelelahan akibat perjalanan panjang di pesawat sehingga memungkinkan kekebalan tubuhnya sedang tidak dalam keadaan prima," sambungnya.


Anas juga menyoroti mahalnya biaya karantina yang harus dikeluarkan warga yang baru kembali dari luar neger. Apalagi ada banyak oknum petugas yang aji mumpung dengan menjual makanan dan minuman dengan harga berlipat-lipat.

Ditambah, proses tes PCR yang lama dan sedikitnya petugas di Bandara membuat penumpang makin sengsara.

Politikus PPP ini mendesak pemerintah melakukan tindakan cepat untuk memperbaiki keadaan. Ia juga mengingatkan soal koordinasi antarpemangku kepentingan yang masih terlihat kurang maksimal.

"Kordinasi antarpara pemangku kepentingan (Imigrasi, Angkasa Pura, BNPB, TNI-POLRI, Satgas Covid-19) harus diperkuat tanpa saling menunggu, apalagi saling melempar tanggungjawab. Ini situasi darurat harus ditangani dengan cara darurat," tutup Annas.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan penumpukan penumpang yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani karantina sepulang dari luar negeri. Dalam video itu dinarasikan bahwa mereka diwajibkan karantina mandiri di hotel dengan biaya sendiri yang angkanya mencapai Rp 19 juta untuk 10 hari.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya