Berita

Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Komjen (Purn) Syafruddin (kiri)/Ist

Politik

Wapres DMDI Syafruddin Sambut Positif Lolosnya RUU Islamophobia di AS

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembahasan RUU yang berusaha memerangi gerakan antimuslim atau islamophobia oleh DPR AS turut menjadi perhatian Indonesia.

Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Komjen (Purn) Syafruddin mengatakan, keberadaan RUU tersebut akan berdampak positif bagi negara-negara dengan penduduk minoritas muslim.

"Kita menyambut positif (RUU islamophobia) akan bermanfaat, terutama di negara-negara minoritas muslim. Tapi belum diputuskan jadi UU. Kita (DMDI) menunggu saja," ujar Syafruddin kepada wartawan, Senin (20/12).


Menurut Syafruddin, RUU Islamophobia yang diloloskan DPR AS tentu akan membuat negara-negara minoritas muslim di seluruh dunia kondusif.

"Kita berharap karena banyak keanggotan DMDI itu negara-negara minoritas muslim, ya saya rasa akan kondusiflah suatu bangsa," tegas Syafruddin.

DMDI sendiri saat ini memiliki banyak anggota dari negara-negara minoritas muslim. Mereka di antaranya ialah Kamboja, Vietnam, Thailand, Srilangka, Jepang, hingga Korea.

"Negara- negara Asia di sana kan minoritas muslim. Tapi tidak semua negara minoritas muslim (tidak kondusif) begitu," pungkas Syafruddin.

DPR AS pada Selasa (14/12) menyetujui legislasi yang disponsori anggota fraksi Demokrat, Ilham Omar dan membentuk posisi utusan khusus baru di Departemen Luar Negeri memantau dan memberantas islamophobia di seluruh dunia.

Keputusan tersebut diambil setelah anggota fraksi Republik Lauren Boebert mengeluarkan lelucon rasis dan islamophobia mengenai Omar. Hal ini, bukan pertama kalinya terjadi, ia mengejek muslim anggota kongres tersebut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya