Berita

Mantan politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono Soal Preshold: Kalau Flashback 2019, Jokowi dan Prabowo Didukung Oleh Orang Mati

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 00:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kontestasi Pilpres 2019 silam antara Prabowo dan Joko Widodo sempat menimbulkan gesekan hingga perpecahan di tengah masyarakat. Hal itu menjadi luka batin bagi seluruh rakyat Indonesia yang berharap pada Pilpres 2024 mendatang tidak terjadi kembali.

Mantan politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono menyampaikan, Pilpres 2019 merupakan buah dari adanya Pilpres 2014 yang baru memunculkan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (Preshold), namun tidak setinggi sekarang yang mencapai 20 persen suara parlemen atau 25 persen suara sah nasional.

"Kalau kita flashback di 2014, itu kan pilegnya duluan baru pilpres. Nah, akhirnya lahirlah threshold," ujar Arief dalam acara diskusi Total Politik bertemakan 'Haruskah Presiden Indonesia Orang Jawa?', di Jakarta Pusat, Minggu (19/12).


Arief menjelaskan, pada Pilpres 2014 silam, Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Padahal kala itu dua tokoh ini diusung hanya empat partai yakni PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura.

Dia melihat, dukungan dari empat partai tersebut membuat suara Jokowi-JK moncer mengalahkan Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa yang kala itu diusung lima partai.

"Lihat 2014, betapa Pak Jokowi dengan Pak JK dikeroyok lho, banyak partai, enggak punya uang, partainya cuman PDI sama Nasdem, PKB, Hanura," tuturnya.

Atas dasar itu, Arief mengatakan hanya kuasa Tuhan yang mampu mengalahkan norma politik maupun ambang batas untuk presiden.

"Tapi dari sisi suarakan cuman beberapa puluh persen, dia cuman 20 persenan. Sedangkan Prabowo itu 70 persen, tapi yang Maha Kuasa kan berkehendak lain, padahal Prabowo juga orang Jawa tapi dia besar di luar negeri, akhirnya yang Maha Kuasa memberikan wahyu-Nya itu kepada Jokowi," ucap Arief.

Dengan membandingkan dua masa perhelatan Pilpres tersebut, Arief menilai kontestasi yang sebenarnya terjadi antara Jokowi dan Prabowo adalah pada tahun politik 2014.

Sementara, pada tahun 2019 kemarin, ada perbedaan yang begitu siginifikan mengenai dukungan dan juga teknis penyelenggaraan Pemilu yang sudah Serentak, di mana pelaksanaannya mengacu pada UU 7/2017 tentang Pemilu yang didalamnya juga mengatur soal presidential threshold 20 persen.

Karena itu, Arief menmbuat sebuah istilah terkait dukungan yang diperoleh baik oleh Jokowi maupun Prabowo pada Pilpres 2019 yang lalu.

"Itu kan (Pilpres 2014) memang yang paling benar dibandingkan pemilu 2019 yang bareng pilpres dan pilegnya. Jadi 2019 itu Pak Jokowi dan Pak Prabowo itu diusung sama orang mati," tandas Arief Poyuono.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya