Berita

Anggota Komisi XI DPR fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun/RMOL

Politik

Misbakhun Ingatkan Sri Mulyani Bersikap Adil Kepada Petani Tembakau, Jangan Cuma Naikan Cukai Rokok

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 13:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan pemerintah menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun 2022 menjadi rata-rat 12 persen disoroti Komisi XI DPR RI.

Disampaikan Anggota Komisi XI DPR fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, parlemen keberatan jika tarif cukai rokok dinaikan.

Misbakhun memandang, kenaikan tarif cukai rokok yang berlaku per 1 Januari 2022 mendatang bakal ikut berimbas pada para petani tembakau.


Meskipun, menurut Misbakhun, pemerintah menggunakan alasan kesehatan untuk menerapkan kebijakan ini. Yaitu, ingin menaikan prevelensi perokok anak menjadi 8,83 persen dari target RPJMN 2024 yang sebesar 8,7 persen.

"Saya tidak pernah dan tidak ingin menyangkal alasan kesehatan,” tegas Misbakhun kepada wartawan, Kamis (16/12).

Legislator Partai Golkar ini lantas menyinggung kontribusi tembakau bagi APBN. Menurutnya, petani tembakau yang memberikan sumbangsih bagi APBN justru tak pernah menerima perlakuan khusus dari negara, bahkan sering didera kampanye negatif.

Misbakhun menegaskan, selama 10 tahun terakhir ini cukai rokok memberikan sumbangsih signifikan bagi penerimaan negara. Dia menyebut kontribusi para petani tembakau membuat para pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menerima pembayaran tunjangan.

"Seratus persen bisa dibayarkan," tegasnya lagi.

Tak hanya itu, sumbangsih para petani tembakau juga membuat negara mampu mengurangi beban utang luar negeri. Misbakhun menyatakan ada jasa para petani tembakau yang tak boleh dilupakan dalam capaian tersebut.

"Itu semua di atas penderitaan para petani tembakau," ujarnya.

Legislator dari Pasuruan dan Probolinggo itu memerinci target penerimaan cukai pada 2022 sebesar Rp 193,53 triliun. Namun, kata Misbakhun, di Kementerian Pertanian (Kementan) justru tak ada alokasi anggaran untuk membantu petani tembakau.

"Mereka tidak pernah mendapatkan bantuan alat pertanian, subsidi pupuk, subsidi bibit, subsidi pestisida, tetapi merekalah orang yang berkorban paling besar di dalam mata rantai industri ini," tuturnya.

"Tidak ada satu mention pun ucapan terima kasih dari pemerintah kepada mereka," imbuhnya.

Misbakhun menambahkan, para petani tembakau pun ingin menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin, agar dapat menjadi orang sukses yang mungkin bisa berguna bagi nuasa dan bangsa, misalnya menjadi dokter.

"Atau mereka (ingin) menyekolahkan anaknya di fakultas ekonomi. Mungkin suatu saat menjadi Menteri Keuangan juga seperti Ibu (Sri Mulyani). Ini harus menjadi kampanye yang harus disampaikan kepada pemerintah. Bahwa tembakau ini ada sisi positifnya dari sisi penerimaan," tegasnya.

Misbakhun mengaku bukan perokok. Namun, dia menegaskan komitmennya untuk terus membela petani tembakau.

Dia menyatakan selama ini industri hasil tembakau (IHT) terbebani oleh cukai. Sebab, di setiap batang rokok ada 57 persen komponen cukai.

Namun, besarnya pungutan cukai tak menetes ke petani tembakau. Maka dari itu Misbakhun berharap para petani tembakau memperoleh perlakuan adil dari pemerintah.

"Ke depan menurut saya, kita harus lebih berimbang. Saya menginginkan ada keseimbangan, ada regulasi yang lebih berpihak pada kepentingan petani tembakau, ada pabrikan rokok kecil di mana mereka industri rumahan," demikian Misbakhun.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Penggorengan Saham yang Mau Diberantas Purbaya Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:53

Prabowo Izinkan Danantara Rekrut WNA untuk Pimpin BUMN

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:38

Purbaya Klaim Bisa Pantau Rekening Semua Pejabat Kemenkeu

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:34

Di WEF Davos, Prabowo Sebut RI Tak Pernah Sekalipun Gagal Bayar Utang

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:14

Polda Metro Turunkan Puluhan Ribu Personel Siaga Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:13

KPK Obok-Obok Rumah dan Kantor Bupati Sudewo

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:29

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Kewajiban Bayar Rp16,9 Triliun setelah Gabung Dewan Perdamaian

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:28

Prabowo Resmi Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos

Kamis, 22 Januari 2026 | 22:07

Wisuda ke-II UNOSO Dihadiri Mahfud MD hingga Rocky Gerung

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:55

KPK: Pengabaian Pengawasan Kredit Bisa Berujung Pidana

Kamis, 22 Januari 2026 | 21:36

Selengkapnya