Berita

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali/Net

Politik

Ahmad Ali: Tidak Ada Ruang Bagi Nasdem untuk Reposisi Menteri, itu Hak Presiden

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 21:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabar rencana perombakan (reshuffle) kabinet Indonesia Maju sudah mengemuka ke luar Istana.

Dikabarkan, pekan depan atau tepatnya Rabu pahing 22 Deember 2021, Presiden Joko Widodo bakal mengumumkakn sejumlah menteri yang dicopot atau ditukar pos.

Rencananya terdapat beberapa menteri yang bakal direposisi atau digantikan dengan orang lain.


Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali memastikan partai yang dipimpin oleh Surya Paloh tidak akan mengintervensi Presiden Jokowi dalam menentukan menteri-mentri yang akan direshuffle.

Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan presiden untuk mengganti para pembantunya di kabinet Indonesia Maju.

"Jadi presiden tidak punya kewajiban untuk berkonsultasi kepada ketua-ketua partai ketika dia ingin melakukan reshuffle," ujar Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/12).

Bagi Nasdem, dipaparkan Ali, mandat menata, mengorganisir, dan mengevaluasi para menteri merupakan milik Presiden Jokowi.

"Jadi kita tidak masuk pada ranah itu," tegasnya.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini menambahkan, pada awal pembentukan kabinet Indonesia Maju seluruh partai politik pendukung presiden diajak untuk urun rembug mengenai siapa saja yang cocok menjadi pembantu presiden.

"Awal pembentukan kabinet memang Nasdem diajak oleh presiden, meminta kader terbaik Nasdem untuk diusulkan ada beberapa nama," katanya.

Kemudian pada saat itu, Ali menyebutkan keputusan Presiden Jokowi yang memilih tiga nama dari Partai NasDem yaitu Johnny G. Plate sebagai Menkominfo, Siti Nurbaya sebagai Menteri LHK, dan Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian,

"Artinya tiga nama itu, kalau Pak Surya bilang, itu kader yang sudah diwakafkan oleh negara," ucapnya.

Namun saat disinggung kemungkinan kadernya yang menjabat sebagai menteri direshuffle, Ali memastikan NasDem memasrahkan segala keputusan kepada Presiden Jokowi.

"Karena itu adalah kewenangan Pak Presiden yang melakukan evaluasi terhadap para pembantunya. Nah, kemudian jika ada dari tiga kader partai Nasdem yang ada pada hari ini dianggap oleh presiden tidak memuaskan hasil kerjanya, kemudian presiden memintakan nama kepada ketua umum untuk memasukkan kader, itu tergantung Bapak Presiden," ungkapnya.

Menurutnya, jika kader Nasdem yang saat ini menjadi menteri dianggap tidak apik kinerjanya di mata presiden, maka Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada presiden untuk mengganti kadernya.

"Tapi, kalau kemudian kader yang ada hari ini yang eksisting yang dianggap oleh presiden memenuhi, memuaskan kinerjanya dan kemudian memenuhi ekspektasi presiden saya pikir Nasdem tidak ada kewenangan untuk melakukan pergeseran itu. Karena, itu adalah betul-betul posisi daripada kewenangan daripada bapak presiden," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya