Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Repro

Politik

Menko Airlangga Kutip Pernyataan Ketua KPK Soal Keunggulan Program Kartu Prakerja

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 19:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Program Kartu Prakerja yang akan ditutup sementara pendaftarannya pada Rabu (15/12) pukul 23.59 WIB bakal dilanjutkan pada tahun 2022.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan program Kartu Prakerja ini untuk tahun depan.

"Anggarannya mencapai Rp 11 triliun (untuk program Kartu Prakerja tahun 2022)," ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual yang diselengarakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (15/12).


Nantinya, Airlangga menjelaskan mekanisme pelaksanaan program tetap sama dengan tahun ini. Yaitu, untuk semester satu masih menggunakan sistem semi bansos. Kemudan semester kedua dilakukan secara hybrid.

Untuk tahun ini, Airlangga memastikan seluruh penyelenggaraan sudah dilakukan secara baik. Karena, pemerintah melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang betrindak sebagai observer.

Airlangga menyatakan, sejak April 2020 hingga Desember tahun ini sudah ada 11,4 juta warga menerima manfaat Kartu Prakerja.

"27 persen dari penerima yang belum bekerja saat ini sudah bekerja, dan atau menjadi wirausaha,"papar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Melihat manfaat yang cukup besar dari program peningkatan skil dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri, Airlangga teringat pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang menilai Kartu rPrakerja sebagai program yang patut dijadikan contoh dalam hal pelaksanaan program.

"Saya mengutip pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi tahun lalu, yang menyatakan bahwa Kartu Prakerja merupakan base practice yang bisa dijadikan contoh bagi program-program sejenis lainnya," demikian Airlangga.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya