Berita

Pelantikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno/Net

Politik

Kultur Antikorupsi di Jawa Tengah Terbangun Baik Berkat Ganjar

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 09:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kultur antikorupsi di lingkungan pemerintahan Jawa Tengah dianggap terbentuk dengan baik berkat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar dianggap tak hanya melakukan reformasi, melainkan revolusi karena perubahannya menyeluruh. Kultur setoran bawahan ke atasan ketika promosi atau mutasi telah dihapus, sehingga para ASN lebih nyaman bekerja dan fokus melayani masyarakat.

“Revolusi besar yang dilakukan Pak Ganjar adalah memberi contoh bagaimana berintegritas tinggi dengan tidak minta setoran. Dengan diberi contoh terlebih dahulu, yang bawah bisa ikuti,” kata Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, Senin (13/12).


Selain penghapusan setoran, Sumarno yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng ini menyebut kultur antikorupsi diperkuat dengan adanya program lelang jabatan bagi semua ASN di Jawa Tengah.

Perekrutan melibatkan Komisi Aparatur Negara (KASN) dan panitia seleksi independen. Tidak ada lagi istilah lobi.

“Dengan talent scouting bicara terkait kompetensi. Bukan lagi urut umur, urut kacang atau kedekatan, tapi bicara kompetensi dan profesionalitas," lanjutnya.

Saat ini, ia mengaku sistem perekrutan tersebut akan tetap dipertahankan di Jateng karena terbukti positif memerangi perilaku koruptif, termasuk juga slogan "Mboten Korupsi Mboten Ngapusi" atau tidak korupsi dan tiak membohongi.

“Kalau sistem pengisian jabatan (lelang) akan tetap berjalan. Ini membuka kesempatan luas kepada yang memenuhi persyaratan dan memeroleh pejabat berkompeten serta profesional,” tandas Sumarno.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya