Berita

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini/Ist

Politik

LBKK, Komitmen Fraksi PKS Menjaga Akidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 13:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) ke-5 tahun 2021 sukses digelar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI (FPKS DPR RI).

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menjelaskan, ada peningkatan jumlah peserta hingga 3.043 orang santri dari 23 provinsi. Peningkatan ini menunjukkan antusiasme para santri dalam mensyiarkan ilmu para ulama salafusshalih melalui kitab kuning yang menjadi rujukan utama dalam mendalami agama.

“Kami bersyukur, program unggulan Fraksi PKS direspons luas oleh para ulama, santri, dan pesantren. Ini bentuk penghormatan kami kepada para ulama, santri, dan pesantren yang begitu besar jasanya bagi republik,” tutur Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/12).


Adapun kitab yang dilombakan adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari. Lomba ini menghadirkan dewan juri Wakil Kepala Madrasah Aliyah Tebuireng 2009-2012, KH. Syuhada Syarkun; Ketua Umum MAPADI/Alumni Pesantren Langitan Tuban, Dr. KH. Muslih Abdul Karim; Ketua BPU DPP PKS/Alumni Pesantren Raudlatul Ulum Pati, Dr. KH. Ali Ahmadi.

“Inilah garis perjuangan PKS, sebagaimana diulang-ulang oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Doktor Salim Segaf Aljufri, untuk selalu mengokohkan akidah ahlu sunnah wal jamaah,” lanjutnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini turut mengapresiasi para santri yang mampu membaca dan memahami kitab kuning sebagai rujukan utama keilmuwan Islam dan ilmu-ilmu lainnya.

“Dengan menguasai Bahasa Arab, ufuk cakrawala pengetahuan keislaman akan dalam dan luas. Apalagi Bahasa Arab selain menjadi bahasa keilmuwan juga bahasa pergaulan internasional," tegasnya.

Apresiasi turut disampaikan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. Menurutnya, lomba baca kitab kuning memotivasi generasi bangsa untuk mempelajari agama secara mendalam dari sumber rujukan yang terpercaya karya ulama-ulama ahlu sunnah.

“Belajar agama harus mendalam supaya memiliki wawasan yang luas sehingga bisa terbuka menerima perbedaan dengan pemahaman yang utuh, tidak separuh-separuh dan tidak dangkal,” pesan Syaikhu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya