Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pada acara 'Sosialisasi Empat Pilar Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa 2021 Komando Resimen Mahasiswa Jakarta Raya', Rabu (24/11)/Net

Politik

Pemikiran Mahasiswa Harus Sentuh Akar Masalah Bangsa

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 07:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Revolusi pemikiran mahasiswa menyentuh akar persoalan fundamental yang dihadapi bangsa. Seperti persoalan-persoalan yang ada di sektor hulu dan bukan yang ada di wilayah hilir.

Begitu kata Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pada acara 'Sosialisasi Empat Pilar Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa 2021 Komando Resimen Mahasiswa Jakarta Raya', Rabu (24/11).

Peringatan itu disampaikan karena Indonesia akan menghadapi era bonus demografi yang puncaknya akan terjadi di tahun 2045.


“Pada saat itu, akan terjadi ledakan jumlah penduduk usia produktif yang mendominasi hingga 70 persen dari populasi," kata LaNyalla.

Dalam situasi tersebut, dibutuhkan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap penduduk usia produktif tersebut. Sebab bila tidak, maka bukan bonus demografi yang didapat, tetapi bencana demografi.

"Karena harus diingat, bahwa era dis-rupsi akibat percepatan teknologi membawa konsekuensi terkait ketersediaan lapangan kerja. Sebab, pekerjaan yang ada hari ini, belum tentu bertahan di masa depan," ujarnya.

LaNyalla mengaku sedih jika berbicara mengenai Pancasila pada situasi hari-hari belakangan ini. Sebab, katanya, Pancasila seolah hanya dibicarakan di ruang-ruang seremoni dan upacara kenegaraan.

"Pancasila sudah tidak lagi membumi dan menjadi denyut nadi perjalanan bangsa ini," tegas LaNyalla.

Bahkan, LaNyalla menyebut Indonesia hari ini telah berubah dan semakin menjauh dari DNA asli bangsa ini. Indonesia hari ini, khususnya setelah Amandemen Konstitusi di era Reformasi pada tahun 1999 hingga 2002, kita rasakan menjelma menjadi negara liberal kapitalistik.

"Ketidakadilan sosial semakin tergambar dengan jelas. Ketika negara melalui konstitusi dan peraturan perundangan memberi ruang bagi sekelompok orang untuk menumpuk kekayaan. Sehingga, hampir separuh kekayaan negara ini dikuasai oleh segelintir orang. Dan, kaum yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetap saja miskin," papar dia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya