Berita

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn/Net

Dunia

Tingkatkan Minat Wisatawan Asing, Thailand Pertimbangkan Hapus Tes PCR

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Thailand terus berupaya meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke negaranya. 

Salah satunya upayanya adalah dengan mempertimbangkan untuk menghapus metode tes PCR dan diganti dengan metode skrining lain bagi pelancong yang sudah divaksin sebagai bagian dari skema Test & Go.
Thailand juga berencana melonggarkan aturan high risk close contact (HRC) yang memaksa penumpang pesawat yang pernah duduk di dekat pasien Covid-19 untuk menjalani karantina wajib.

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn mengatakan keputusan ini akan tergantung pada komite pengendalian penyakit menular nasional, dan juga akan memerlukan persetujuan dari pertemuan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pada Jumat (12/11) waktu setempat.

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn mengatakan keputusan ini akan tergantung pada komite pengendalian penyakit menular nasional, dan juga akan memerlukan persetujuan dari pertemuan Pusat Administrasi Situasi Covid-19 (CCSA) yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pada Jumat (12/11) waktu setempat.

Keputusan mempertimbangkan penghapusan tes PCR karena itu membutuhkan setidaknya enam jam untuk hasilnya, sementara pelancong yang masuk harus memesan dan menginap di kamar hotel sambil menunggu hasilnya.

"Metode alternatif, seperti alat tes antigen, lebih nyaman dan membantu mengatur arus wisatawan lebih baik jika jumlah kedatangan meningkat," kata Yuthasak, seperti dikutip dari Bangkok Post.

Tindakan penyaringan baru yang diusulkan, yang tidak memerlukan masa tunggu, dipercaya akan memberikan lebih banyak peluang bagi hotel di mana pun karena wisatawan dapat melakukan perjalanan langsung ke tujuan pilihan mereka.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya