Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kanan) di Washington, DC, dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba/Net

Dunia

Blinken: Rusia Membuat Kesalahan Serius Jika Mengulangi Apa yang Dilakukannya pada 2014 di Ukraina

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 13:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerikat Serikat terus mengumandangkan dukungannya kepada Ukraina. Saat menerima kunjungan Dmytro Kuleba, Antony Blinken mengatakan bahwa komitmen AS untuk keamanan dan integritas teritorial Ukraina adalah kuat dan tidak akan berubah.

Pertemuan kedua menteri luar negeri pada Rabu (10/11) terjadi di tengah ketegangan yang semakin meningkat antara Ukraina dan Rusia. Blinken menyampaikan keprihatinannya terhadap laporan adanya penumpukan tentara Rusia di perbatasannya dengan Ukraina.

"Kami prihatin dengan laporan aktivitas militer Rusia yang tidak biasa di dekat Ukraina," kata Blinken, seperti dikutip dari USA Today, Kamis (11/11).


Menurut Blinken, setiap eskalasi Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina akan dianggap sebagai 'keprihatinan besar'  yang menjadi perhatian serius AS.

Departemen Pertahanan Ukraina pekan lalu mengatakan sekitar 90.000 tentara berada di perbatasan Ukraina meskipun latihan militer telah selesai. Mereka bercokol di sana, menimbulkan kekhawatiran meletupnya ketegangan.

AS sendiri mengaku tidak mengetahui apa motif penunpukan militer Rusia di perbatasan, tetapi berdasarkan catatan masa lalu, Moskow pwrnah menciptakan provokasi di sepanjang perbatasannya untuk membenarkan intervensi militer.

Blinken kemudian mengatakan, bahwa Rusia akan membuat "kesalahan serius" jika mencoba mengulangi apa yang dilakukannya pada tahun 2014 di Ukraina. Rusia dan Ukraina pernah mengalami konflik besar pada 2014.

“Kami tidak memiliki kejelasan tentang niat Moskow, tetapi kami punya catatan sejarahnya," kata Blinken.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya