Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Susul Inggris dan AS, Taiwan Sepakat Datangkan 10.000 Pil Antivirus Molnupiravir

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 11:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taiwan mengungkapkan keyakinannya bahwa pil antivirus Molnupiravir dipercaya mampu mengurangi separuh kemungkinan rawat inap atau kematian dengan cara memesan sedikitnya 10.000 pil.

Hal itu terungkap lewat pernyataan dari Menteri Kesehatan Chen Shih-chung dalam sesi interpelasi legislatif pada Rabu (10/11) waktu setempat.

Chen mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi obat yang dikembangkan perusahaan farmasi AS, Merck dan Ridgeback Biotherapeutics tersebut.


"Kesepakatan itu melibatkan setidaknya 10.000 kursus," katanya, tanpa memberikan rincian harga atau waktu pengiriman, seperti dikutip dari Taiwan News, Kamis (11/11).

Dipuji sebagai potensi pengubah permainan dalam perang melawan pandemi virus corona, molnupiravir adalah antivirus oral pertama yang mengobati Covid. Obat tersebut dikatakan dapat mengurangi kemungkinan pasien dengan gejala ringan mengembangkan penyakit parah, dan dapat diminum di rumah, yang akan membantu meringankan beban rumah sakit.

Chen mencatat molnupiravir perlu diberikan izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan sebelum diluncurkan.

Pada 4 November, Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui molnupiravir, dengan uji coba yang diperkirakan akan dimulai akhir bulan ini.

Sementara AS telah mendapatkan 3,1 juta paket pil dengan biaya 2,2 miliar dolar AS.

Chen mengatakan, selain Molnupiravir, saat ini Taiwan juga tengah mengincar obat Covid oral yang dibuat oleh Pfizer, sambil menunggu penilaian lebih lanjut.

Pfizer mengklaim pil yang disebut paxlovid itu telah terbukti mengurangi risiko rawat inap atau kematian hingga 89 persen.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya