Berita

Juru bicara militer China, Tan Kefei/Net

Dunia

Amarah China Terbakar Lagi, AS Kirim Delegasi Kunjungi Taiwan dengan Pesawat Militer

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Washington lagi-lagi menyulut amarah Beijing dengan mengutus delegasinya mengunjungi Taiwan, pulau yang selama ini diklaim sebagai milik China.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (10/11), Kementerian Luar Negeri China mengecam keras kunjungan anggota parlemen AS, memperingatkan bahwa tindakan berisiko dan provokatif seperti itu ditakdirkan akan berakhir dengan kegagalan.

"Berkolusi dengan pasukan pro-kemerdekaan Taiwan adalah permainan yang berbahaya, dan bermain api akan mengakibatkan mereka terbakar sendiri," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin, seperti dikutip dari RT.


Delegasi AS tiba di Taipei pada Selasa malam (9/11) dengan menumpang pesawat Angkatan Laut AS – mendorong militer China untuk melakukan patroli polisi kesiapan tempur ke arah Selat Taiwan sebagai tanggapan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut telah diatur oleh American Institute di Taiwan, yang dianggap sebagai kedutaan de facto Amerika di pulau itu.

Dalam sebuah pernyataan,  juru bicara Pentagon John Kirby mencatat bahwa kunjungan kongres ke pulau itu relatif umum dan sesuai dengan kewajiban AS di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan.

Dia juga mengatakan bahwa perjalanan seperti itu biasanya dilakukan melalui pesawat militer.

Sementara juru bicara militer China Tan Kefei telah mendesak Washington pada Selasa untuk segera menghentikan semua tindakan destruktif yang mengarah pada eskalasi ketegangan di Selat Taiwan.

Ini bukan pertama kalinya delegasi Kongres terbang ke Taiwan tahun ini, menurut laporan CNN. Juni lalu, kelompok yang termasuk Senator Tammy Duckworth berkunjung untuk mengumumkan sumbangan 750.000 dosis vaksin Covid-19.

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan antara Taiwan dam China semakin memburuk, ditambah dengan sikap Washington yang memberikan dukungan untuk pulau yang dianggap bagian dari kebijakan satu-China.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya